Give Me Secound Chance
brothership, friendship, angst
rated T
cast: sungmin, heechul, kyuhyun, and all member super junior
Super junior belong to themselves, GOD and ELF. i own only the fanfiction
warning...!! gaje, typos, don't like, don't read
Sungmin
pov
“Kyu,
gwenchana?” Tanyaku pada maknae kami ini di petang itu. Dia
terlihat sangat pucat dan terus menerus menundukkan kepalanya saat
kami melewati tempat kecelakaan kyuhyun dan 3 member super junior
beberapa tahun yang lalu.
“Gwenchana
hyung...”. Jawabnya. Selalu begitu jawabnya meskipun dia tidak
dalam keadaan yang baik-baik saja.
Eunhyuk
yang sedang menyetir mobil yang kami tumpangi tampak sedikit menoleh
ke arah kami, aku tahu dia ingin memastikan maknae kami baik-baik
saja, tapi aku segera menyuruhnya untuk segera fokus ke jalan
kembali. Akupun tidak menginginkan kejadian itu terulang lagi pada
kami.
“Kyu,
kau harus tenang. Kau tahu kan aku ini sangat mahir menyetir?. Aku
pastikan kau selamat sampai di rumah.” Kata eunhyuk turut
meyakinkan kyuhyun bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Akupun
tersenyum dan segera merangkulnya, tidak peduli meski dia mengatakan
tidak apa-apa. Sedang dia hanya terdiam, tapi aku tahu sekarang dia
lebih merasa tenang. Tiba-tiba dia memelukku sangat erat, aku sedikit
kaget tapi aku hanya membiarkannya saja, toh dia adalah maknae
tersayang kami. Sepanjang perjalanan terus saja seperti itu, hingga
kami tiba di dorm yang biasa kami panggil rumah.
Kyuhyun
pov
Akhirnya
sampai juga dirumah. Ku hela nafas panjang sebanyak yang kumampu.
Selama di mobil, rasanya sulit sekali untukku bernafas dengan tenang.
Aku selalu seperti ini ketika dalam perjalanan tanpa terlihat sinar
matahari. Aku selalu teringat hari naas itu.
Terimakasih
untuk sungmin hyung yang merangkulku dengan erat, sedikit banyak ini
dapat mengurangi ketakutanku.
“Kyu,
gwenchana?” Lagi-lagi pertanyaan itu yang terlontar dari bibir imut
hyung tersayangku ini. Aku sedikit bosan dengan pertanyaannya, tapi
aku senang dia menghawatirkanku.
“Anni,
appo hyung.” Kataku sambil menundukkan kepala, pura-pura sakit.
Tentu saja aku sangat suka menjahili hyung ku ini. Dia selalu saja
khawatir berlebihan terhadapku.
“Jinja,?
Mana yang sakit kyu,? Apa kita perlu ke rumah sakit?” Tanyanya
bertubi-tubi.
“Ah..
Hyung ini. Nan gwenchana..” Jawabku sambil memerengutkan bibirku.
“Kau
menjahili hyung mu lagi eoh..?” Tiba-tiba aku merasakan cubitan di
pipiku. Ini... Sedikit... Sakit. Aku lihat hyung ku yang sangat
tampan sekaligus sangat cantik ini yang menyakitiku.
“Heechul
hyung... Appo... Jinja appo..” Jeritku. Tapi hyungku ini tidak
melepaskan cubitannya.dia justru berkata, ”Kau harus bagaimana
kalau menjahili hyungmu, kyunnie..?” Tanyanya sarkratis sambil
memamerkan seringaiannya yang sangat menakutkan. Aku sampi berfikir
mungkin dia ini adalah lucifer.
“Mianhae
hyung, minnie hyung mianhae..”Kataku tidak jelas smabil memohon.
“Gwenchana
kyu,” katanya sambil tertawa. Mata foxynya terlihat lucu dan agak
berair. Aku tahu dia menertawakan penderitaan ku. ‘huhh... Nasib
maknae memang selalu tertindas, meski slalu yang paling di sayang’
batinku.
Akhirnya
heechul hyung melepaskan tangannya dari pipiku, dan kami pun masuk ke
dalam rumah. Aku mengusap pipiku beberapa kali. Tentu saja masih
terasa sakitnya. Tiba-tiba heechul hyung merangkulku dan membawaku
untuk mengikuti hyung-hyung ku yang lain. Sekali lagi ku lihat
sungmin hyung memperhatikanku. Dia tersenyum, tapi ku pikir senyumnya
agak sedikit aneh, mungkin hanya perasaanku saja.
Normal
pov
Para
member super junior segera memasuki dorm, dan segera melakukan
rutinitasnya masing-masing. Leeteuk dan eunhyuk terlihat bersiap-siap
untuk ke sukira, begitu juga dengan sungmin, yesung, shindong, dan
kangin. Sedangkan heechul terlihat sibuk memberi makan heebum, kucing
kesayangannya. Kyuhyun sibuk dengan psp barunya, kibum sudah tak
terlihat lagi di dorm, karena dia langsung menuju lokasi syuting
setelah melakukan rehersal sore tadi, begitu juga dengan siwon dan
juga donghae. Hankyung dan ryewook sedang menghangatkan makanan untuk
makan malam para member.
Tiba-tiba
sungmin mendapatkan telphon dari PD radionya untuk membawa seorang
teman sebagai bintang tamu di radionya. Sungmin hanya terdiam dan
kemudian melihat kearah para member super junior tanpa sepatah
katapun.
Heechul
yang penasaran segera bertanya kepada sungmin, “Minnie..
Gwenchana..? Ada apa?” Tanya heechul langsung tanpa memperlihatkan
raut kekhawatirannya.
Tapi
sungmin tidak menjawab pertanyaan PD-nim, dia hanya berkata, “Saya
usahakan.”
Setelah
mematikan sambungan telphonnya, sungmin segera menatap para member,
masih tanpa suara.
Heechul
yang akhirnya gregetan dengan prince aegyo tersebut segera membentak
sungmin,” Ya.. Minnie. Kau ini kenapa sih?”. Kyuhyun pun segera
mem-pause PSP-nya kemudian turut bertanya,” Waeyo hyung..?”.
“Itu..
Apa ada dari kalian yang tidak sibuk, PD-nim memintaku untuk membawa
salah satu dari kalian sebagai bintang tamu. Apa ada yang senggang.
Pemberitahuannya sangat mendadak, aku paham kalau kalian ingin
istirahat dan tidak bisa ikut denganku” tanya sungmin ragu-ragu.
“Aigoo...
Minnie.. Kau itu benar-benar pemalu, baiklah siapa yang akan ikut
minnie eoh,?” Leeteuk mulai memandangi membernya satu persatu.
Kyuhyun tampak akan berdiri, tapi leeteuk segera berseru, ”No
kyuhyun”. Kyuhyun yang tidak terima segera protes, ”Naega
wae...?”. “Kyu, bisa-bisa sepanjang jalan kau menangis dan
memeluk minnie sampai kalian dikira homo, arraseo..? Aku yang ikut
denganmu danhubak”, cerocos heechul tanpa menghela nafas. Kyuhyun
yang merasa sangat sebal dengan titisan lucifer tersebut langsung
mempoutkan bibirnya.
“Geure..
Let’s go hyung..” Kata sungmin dengan bahagianya. Sungmin segera
mengambil perlengkapannya sambil menunggu heechul bersiap-siap,
sungmin mendekati kyuhyun yang saat itu kembali berkutat dengan PSP
nya kembali.
“Kyunnie,
hyung sangat senang jika kamu bisa ikut, tapi hyung lebih senang
kalau kamu mau duduk manis di rumah, tidak membuat kekacauan, tidak
menjahili hyung-hyungmu, dan menjaga kesehatanmu. Perjalanan ini
tidak akan menyenangkan bagimu, arraseo..?” Kata sungmin halus.
“Molla..”Jawab
kyuhyun sambil mendengus. Sungmin hanya mampu tersenyum, mengelus
rambut kyuhyun dan segera bangkit dari duduknya karena heechul dan
manager telah memanggilnya untuk berangkat.
“Saeng,
kami berangkat. Kim kyuhyun, awas kalau kamu nakal di rumah, aku
tidak segan-segan menghajarmu meski aku sudah di neraka sekalipun,
arraseo..?” Teriak heechul dari pintu.
Kyuhyun
bahkan tidak menoleh kearah heechul, dia mendengar tapi pura-pura
tidak, dan tetap sibuk dengan PSP nya. Tanpa sepengetahuan kyuhyun,
heechul tersenyum, senyum yang sangat tulus. Sangat jarang heechul
memperlihatkan senyuman itu, bahkan leeteuk sampai kaget melihat
senyuman heechul. Tapi sialnya, si maknae evil tidak melihatnya.
Kyuhyun
pov
“Molla”
jawabku. Aku masih merasa sangat sebal. Aku dimanjakan tapi aku
merasa selalu di kecualikan dalam segala hal. Aku tahu mereka
menginginkan yang terbaik untukku.
Tapi
tunggu dulu kenapa sungmin hyung mengucapkan kata-kata seperti itu.
Seakan sungmin hyung tidak akan lagi menasehati ku setelah ini.
Molla... Itu pasti hanya perasaanku. Dan senyum itu, kenapa dia
tersenyum aneh lagi. Senyum itu seperti.. Ah... Apa sih yang aku
pikirkan. Aku yakin hyung tersayangku ini akan pulang, tidak peduli
apa. Aku akan pura-pura sakit kalau dia tidak mau pulang.
Heechul
hyung juga aneh, tidak biasanya dia berpamitan, apalagi memanggil
saeng pada hyungdeul, dan kim kyuhyun padaku. Ini sangat jarang, apa
dia mendapat pacar baru sampai dia sebahagia itu.hhh...
Akupun
melanjutkan kesibukanku, tentu saja memencet kekasih baruku ini.
benar-benar menyenangkan....
Sungmin
pov
Kami
akhirnya memasuki mobil, aku merasa agak berat kali ini untuk
meninggalkan dorm, dan tentu saja meninggalkan si evil yang sering
sakit tapi tidak mau bilang pada member lain itu. Hanya aku yang
hafal bagaimana wajahnya ketika dia sakit, meski dia
menyembunyikannya. Dan sekali lagi aku menolehkan wajahku ke arah
dorm. aku terus melihatnya sampai akhirnya tiba di perempatan dan
dorm tak lagi terlihat.
“Minnie
ah... Gwenchana?” Tanya heechul hyung pada ku. “Nee hyung...
Wae?” Tanyaku.
“Annio...
Kamu seperti kurang bersemangat hari ini. Waeyo...? Apa kamu lelah,?”
Tanya heechul hyung padaku.
“Anni
hyung, nan gwenchana..” Kata ku sambil memamerkan senyum kelinciku.
Heechul
hyung turut tersenyum kemudian. Entah mengapa malam ini senyumannya
berbeda. Begitu tulus dan tenang. Ada apa ini?. Akupun merasa agak
khawatir, entah mengapa ada perasaan seperti ini.
Sekitar
45 menit kemudian kamipun sampai, dan kami segera melakukan aktivitas
kami.
Sungmin
pov end
#skip
time
Heechul
pov.
Siaran
telah usai, tapi aku agak malas untuk bergerak. Ada sedikit perasaan
khawatir yang sekali lagi merasuk ke hatiku. Apa ini..?. Aku pun
segera mengenyahkan perasaan itu, dan segera mengajak minnie untuk
masuk ke mobil kami dan segera pulang. Aku masuk duluan dan bergegas
duduk di belakang kursi pengemudi, tapi minnie nampak ragu-ragu masuk
ke dalam mobil. Ada apa dengannya?. Pasti ada yang tidak beres
dengannya.
“Minnie
ah.. palli...”Kataku menyadarkan minnie. Dia pun segera naik ke
dalam mobil dan segera duduk di sebelahku.
“Hyung,
ayo kita pulang..” Kataku kepada manager hyung yang berada
disamping kursi kemudi itu. “Nee..” Jawabnya. Sopir kamipun
segera melajukan mobil kearah dorm kami. Ku lihat sungmin menggunakan
sabuk pengamannya, sedang aku memasang headset di telingaku.
Tiba-tiba
sungmin mengeluh pusing, akupun memberikan obat sakit kepala yang
sering aku konsumsi. Sungmin meminumnya tanpa komentar dan kemudian
dia merasa mengantuk karena efek obat itu. Aku melihat dia berusaha
untuk tetap terjaga meski menguap berkali-kali. Aku merasa kasihan
padanya. “Minnie ah, tidurlah, nanti kalau sampai hyung bangunkan.
Kau sepertinya ngantuk sekali.” Kataku padanya.
“Anni,
gwenchanayo hyung. Hyung saja yang tidur, hyung terlihat lebih
lelah.” Katanya malah justru balik membujukku. Padahal sangat
terlihat dia agak kesusahan mengendalikan matanya agar tetap terbuka.
“ Tidurlah,
hyung akan menjagamu, eoh...” Kataku memerintahkan. Dan akhirnya
diapun tidak mampu lagi berkata-kata. Dia kemudian menyamankan
duduknya, dan segera terlelap. “Kau harus mudah di bangunkan
minnie-ah..” Lirihku sambil tersenyum.
Heechul
pov end
Jalanan
terasa lenggang ketika jam menunjukkan pukul 23:05 kst. Tidak banyak
mobil yang berlalu lalang di jam itu. Mobil pun melaju dengan tenang.
Hingga ketika tiba di perempatan jalan, sebuah truk dari arah kiri
melaju sangat kencang melewati rambu-rambu lalu lintas dan menabrak
mobil van yang dikendarai oleh dua orang member super junior
tersebut. Braakkk... Terdengar suara yang sangat keras, kecelakaan
pun tak dapat dihindarkan. Kedua mobil itu berhenti ketika menabrak
pembatas jalan.
Terlihat
kedua mobil itu mengeluarkan asap yang tidak sedikit. Tidak ada
pergerakan sama sekali dari kedua mobil itu. Beberapa menit kemudian
sopir truk terlihat bangun dan segera turun dari truknya dan
menghampiri mobil yang telah berhasil di tabraknya itu.
Bodi
mobil van itu telah ringsek seperti kotak susu bekas. Sopir truk pun
segera menelphon bantuan setelah mengetahui yang terjadi tersebut.
Didalam mobil van tersebut terdengar sebuah isakan lemah,”Minnie..
Sungmin-ah... Bangun.. Jebal...” Kemudian diiringi dengan rintihan
tertahan dan juga batuk yang terdengar menyiksa.
“Aku
mohon bantu kami..” Suara itu terdengar lagi.
Sopir
truk berusaha membuka pintu mobil, tapi tidak berhasil, berkali-kali
dia melakukannya, tapi tetap tidak berhasil. Akhirnya dia menyerah
dan berharap bantuan segera datang.
Heechul
pov
Aku
terus memandang ke sisi kiri mobil, ada perasaan tidak nyaman yang
terus bergelayut di hatiku. Aku berusaha mengenyahkannya, tapi
banar-benar sangat sulit.
‘Ige
mwoya?’, batinku saat melihat cahaya yang sangat terang mengarah
kearah mobil kami. Aku sempat melihat lampu lalu lintas yang hampir
kami lewati. Dan hijau, tentu kami tidak salah jika terus melaju.
Tapi itu apa.?.
“Hyung...minnie
ah...” Pekikku ketika sebuah truk terlihat jelas dari pandanganku.
Sopir
kami yang mengetahui sebuah truk yang melaju kearah kami terlihat
kaget, dan justru menarik rem. Mobilpun berhenti tepat di depan truk
tersebut. Tidak ada yang bisa ku pikirkan selain melindungi labu
manis ini, dengan reflek yang luar biasa, aku segera menjadikan
tubuhku sebagai pelindung adik yang kusayangi ini. Akupun mendekapnya
dan terus memintanya bangun,”Minnie... Bangunlah... Jebal...”.
Aku mulai menangis. sedang tubuhku, tentu saja terbentur dan tidak
bisa di bilang benturan itu halus. itu sangat keras dan kurasa tulang
punggungku hancur sudah sekarang.
Braakk...
Mobil kami akhirnya tertabrak truk tersebut. aku tidak peduli lagi
dengan keadaanku sekarang. Aku terus mendekap sungmin tanpa berniat
melepaskannya sedikitpun. “Hyung...” Sungmin tiba-tiba sadar dari
tidurnya, mungkin karena guncangan yang luar biasa tersebut. matanya
terbuka sangat lebar. aku yakin dia sangat terkejut dengan kejadian
yang mendadak ini. Mobil kami terus terseret hingga menabrak pembatas
jalan. “Akh... Appo... hyung” terdengar suara sungmin tercekat
setelah tumbukan terakhir itu. Kali ini aku terus berdo’a kepada
Tuhan yang sama sekali tak ku percaya dan tak pernah ku kenal
sebelumnya.. “Tuhan, beri kesempatan kedua untuknya, Jebal... aku
tidak akan serakah, tidak perlu untuk ku, hanya untuk adikku saja...
aku mohon...” Do’a ku diselingi isakan yang tak bisa kutahan sama
sekali. ku lihat sungmin turut menangis. “hyung, jangan berkata
begitu, kita berdua harus selamat”. katanya membuatku tambah erat
memeluknya. tapi lambat laun sungmin kembali menutup matanya,
nafasnya terdengar putus-putus dan tubuhnya menjadi agak dingin. Aku
bingung dan sangat panik, aku bahkan tidak tahu lagi bagaimana
keadaanku sekarang. Nafasku tidak bisa diajak untuk kompromi. Air
mata ku tidak dapat dibendung lagi. Kilasan masa lalu yang indah
tiba-tiba terlihat jelas di depan mataku. Tanpa ku minta, otakku
mengingat apa yang dirasakan maknae ketika kecelakaan itu.
Aku
sudah tak mampu lagi menangis. Akhirnya aku berusaha untuk terus
membangunkan sungmin. Aku takut sungmin pergi terlebih dahulu dariku.
Aku takut kehilangan. Aku benar-benar tidak mau.
Isakan
ku masih terdengar sangat jelas dan ini sangat menyiksaku. “minnie..
Sungmin-ah... Bangun.. Jebal...” Teriakku sebisanya. Aku kemudian
melihat ada seseorang yang terlihat. Dengan sisa tenagaku, aku segera
berteriak, ”bantu kami.. Aku mohon bantu kami..”. Tiba-tiba aku
terbatuk, darah. Ah... Sial... Apa sudah batasku, pikirku saat ini.
Andwe... Tidak sekarang. Sekali lagi aku mencoba meminta bantuan tapi
suara ku tidak mampu keluar. Aku berusaha menggerakkan kaki ku, tapi
ternyata kakiku terjepit kursi depan, dan rasanya kakiku sudah
hancur. Beruntung aku tidak menggunakan sabuk pengaman, setidaknya,
sungmin tidak mendapatkan banyak luka. Tapi siapa yang tahu.
Sungmin
sadar kembali, tapi dia langsung terbatuk. Darah.. Lagi-lagi aku
melihat darah yang tidak kalah banyak denganku. Aku langsung
menyakinkan sungmin, bahwa dia akan baik-baik saja. Aku tahu meski
lukanya tidak tampak banyak, tapi luka dalamnya luar biasa parah.
Sungmin kembali tak sadarkan diri. Sedang aku merasa sesak yang
sangat luar biasa. Aku melihat sopir yang tak sadarkan diri, entah
masih hidup atau tidak. Kemudian manager hyung yang terlihat berdarah
di wajahnya. Terakhir aku melihat sungmin lagi, matanya tetap
terpejam.
Aku
berusaha mengoyak dadaku yang sangat sakit dan panas. Tapi ini tidak
menghilangkan sakitnya bahkan meringankanpun tidak. Aku kembali
meneteskan air mata ku. Aku terus berusaha sadar, dan ketika bantuan
datang, aku melihat seseorang hendak menolongku. Aku memintanya untuk
menolong sungmin dahulu. Mereka mengikuti keinginanku, dan setelahnya
baru aku. Aku sudah hampir kehilangan diriku sendiri saat ini.
Pandanganku semakin buram dan gelap. Tapi aku masih tetap ingin
mengatakan sesuatu.” Jebal... Sela...matkan min...nie,
se....lamatkan... Mereka... Jebal....” Pintaku. Dan setelahnya
gelap.
Kyuhyun
pov
Aku
merasa seperti kembali ke kejadian naas beberapa tahun yang lalu. Aku
merasakan sakitnya dan sesaknya saat itu. Tapi yang berbeda aku
melihat heechul hyung dan sungmin hyung tersenyum kearahku dan terus
mendekapku dengan sangat erat. Aku juga melihat mereka bersimbah
darah. Kulit sungmin hyung dan heechul hyung tidak lagi hangat,
bahkan rasanya mereka telah membeku saking dinginnya.
“hyung..”
Aku tersentak dari tidurku. Hanya mimpi. Untung hanya mimpi. Akupun
segera melihat kearah jam digital di meja kamar ku dan sungmin hyung.
23:00. Tulisan itu yang tertera didalamnya.
Aku
kemudian bangkit menuju dapur untuk mengambil segelas air. Dadaku
sesak dan tenggorokanku sangat kering. Tiba-tiba aku melihat yesung
hyung sedang duduk terpekur di kursi tamu. Awalnya akku merasa takut,
karena tidak mengira itu adalah yesung hyung tapi kemudian aku justru
merasa bingung dengan apa yang dilakukannya.
Pandangannya
kosong dan tak mengetahui aku yang berada disampingnya.
“Hyung..”
Sapaku padanya. Yesung hyung pun menoleh kearahku. “Kyunnie... Ada
apa kamu bangun..?” Tanyanya agak sedikit kaget. “Anni.. Aku
hanya ingin minum hyung. Mimpi buruk membuat ku sangat haus”
jawabku. “Oh.. Aku kira ada apa..” Jawabnya lagi.
“Hyung
ngapain sih disini sendiri..? Kenapa tidak tidur.?” Tanya ku
padanya. Aku penasaran juga apa yang dilakukannya di sini sendiri.
“Hyung
tidak bisa tidur kyunnie. Hyung sedang menunggu kepulangan heechul
hyung dan minnie. Sudahlah cepat ambil minum dan istirahat sana...”
Katanya tegas.
Aku
bukannya langsung melakukan perintahnya tapi justru duduk
disampingnya setelah mengambil air tentunya. “Hyung aku juga tidak
bisa tidur. Aku sudah hilang ngantuknya gara-gara mimpi buruk itu.”
Jawabku kemudian.
“Tapi
kamu harus istirahat kyunnie, besok jadwal kita padatkan...? Katanya.
“Annio,
aku mau disini dengan hyung.” Kataku keras kepala.
Tidak
berapa lama tiba-tiba telpon dorm kami berbunyi. Yesung hyung segera
mengangkat telphon itu. “Yeoboseo...” Sapanya.
Setelah
itu yesung hyung hanya terus terdiam dan kemudian berkata,”Arraseo,
kami akan segera kesana,”.
Setelah
meletakkan gagang telphon, yesung hyung segera menyuruhku untuk
membangunkan hyungdeul. Aku tidak paham apa yang terjadi, tapi aku
segera melakukan apa yang dia inginkan. Sedangkan yesung hyung segera
menuju lantai 12 untuk membangunkan member yang berada di lantai
atas.
Setelah
seluruhnya berkumpul, yesung hyung segera mengajak kami berangkat.
Aku masih belum tahu kami harus berangkat kemana. Aku sedikit ragu
untuk menaiki mobil itu. ini malam hari dan aku masih sangat trauma
dengan kejadian yang telah lalu itu.
Namun
tiba-tiba Teeuki hyung merangkul bahuku sambil berkata, “Kyunnie,
ayo cepat, mereka mungkin tidak bisa menunggu.” katanya dengan raut
wajah sedih. Yesung hyung sepertinya telah menceritakan sesuatu
kepada hyungdeul lantai 12 sebelum kami berangkat, dan ini pasti
bukan kabar yang baik. Tapi siapa yang tidak bisa menunggu kami?.Aku
sangat penasaran tapi aku tidak berani sama sekali untuk bertanya.
aku terlalu pengecut untuk mengetahui kebenarannya.
Kyuhyun
POV end
2
mobil van yang mengangkut member Super Junior pun segera meninggalkan
pelataran dorm menuju ke tempat kedua member Super Junior yang
lainnya. Leeteuk terlihat masih sibuk mengutak-atik hp nya. Dia terus
berusaha untuk menghubungi member yang belum datang di dorm untuk
segera menuju rumah sakit tempat kedua member lainnya dirawat.
Setelah
sampai di depan rumah sakit, para member segera turun dan Leeteuk
menuju ke resepsionis untuk menanyakan keberadaan kedua membernya.
setelah mengetahui keberadaan membernya, mereka pun segera berlari
menuju kearahnya.
Heechul
dan Sungmin masih berada di kamar operasi ketika mereka datang.
Mereka pun masih menunggu di depan kamar operasi tersebut. Kyuhyun,
Eunhyuk, dan Ryowook yang tidak mengerti apa-apa segera memaksa
hyungdeulnya untuk memberi tahu apa yang terjadi.
Leeteuk
sebagai leader tidak mampu menahan tangisnya, dan memilih untuk tetap
diam. Akhirnya yesung yang menjelaskan kepada mereka bertiga semua
yang terjadi. “Tidak mungkin.. apa-apaan ini..?” tanya kyuhyun
spontan. diapun tak mampu lagi menahan beban tubuhnya. Dia tidak
mengira kedua hyung yang sangat disayanginya mengalami kecelakaan
separah itu. Ryowook dan eunhyuk langsung menangis di dekapan Yesung
dan donghae. Donghae sendiri sudah turut menangis. Leeteuk mencoba
meraih kyuhyun dan mendekapnya, tapi kyuhyun justru mencoba
menyingkirkan tangan leeteuk, namun kemudian dia menyusupkan
kepalanya di bahunya.
“Sungmin
hyung dan heechul hyung akan selamat kan hyung. bahkan aku saja mampu
bertahan demi kalian. aku yakin mereka mampu bertahan juga demi kita
kan hyung?, hyung, mereka tidak sakit parah kan..? Hyung otteoke..?”
tanya kyuhyun bertubi-tubi. Leeteuk benar-benar tidak mampu menahan
tangisnya. air matanya makin deras mengalir.
Mereka
semua saat ini hanya bisa pasrah menerima segala yang akan terjadi,
tapi mereka masih terus berdoa untuk keselamatan kedua member yang
telah mereka anggap sebagai saudara kandung mereka sendiri itu.
hankyung terlihat terus meneteskan air matanya. dia hanya terdiam di
bangku panjang rumah sakit itu.
Tiba-tiba
beberapa orang dokter dan beberapa perawat keluar dari ruang operasi.
member super junior segera mengerumuni dokter tersebut. akhirnya
seorang dokter bertanya,” keluarga heechul-ssi..?”. “nee...”,
tanpa babibu, leeteuk segera menjawab pertanyaan dokter tersebut.
karena orang tua heechul yang berada di kangwondo belum datang,
leeteuk yang menjadi wali heechul.
“Keadaannya
sangat parah, mungkin dia tidak akan selamat malam ini. Kalian semua
saudaranya kan?. Tolong temani dia terus. Sungmin ssi masih belum
selesai melakukan operasi oleh dokter lain. Tolong untuk tetap
mendo’akannya. Saya harap keajaiban akan datang kepada mereka
berdua. Kami sudah sangat berusaha.” Kata dokter tersebut sambil
tersenyum miris. Member super junior pun segera dipersilahkan untuk
masuk.
Didalam
ruangan tersebut, nampak tertidur sosok tubuh yang terbelit banyak
selang sebagai penunjang hidupnya. Tubuh itu nampak pucat dan lemah.
Leeteuk
Pov
Aku
hampir tak mampu menahan berat tubuhku saat melihat adik yang berbeda
dengan ku sepuluh hari ini terbaring lemah dengan berbagai alat di
tubuhnya. Itu pasti sangat sakit. Wajahnya tidak banyak terluka.
Hanya beberapa memar yang nampak membiru.
Tiba-tiba
aku melihat ada gerakan dimatanya. Gerakannya terlihat sangat gelisah
dan mungkin dia merasakan sakit yang luar biasa. Akupun segera
mendekatinya, dan berusaha menenangkannya.
“Chullie
ah. Gwenchana, aku disini. Memberdeul disini.. Kamu harus segera
membuka mata dan melihat kami. Kami akan selalu disisimu chullie
ah..” Kataku berusaha tenang. Dadaku bergemuruh luar biasa melihat
perjuangannya untuk membuka matanya.
Tidak
berapa lama terlihat iris matanya yang indah. aku sangat bersyukur
melihatnya membuka mata. dia berusaha untuk mengucapkan sesuatu. tapi
karena terhalang alat oksigen, membuatnya kami tidak tahu dia
mengatakan apa. air matanya menggenang. tangannya terlihat berusaha
untuk menggapai oksigen yang mengganggunya. aku tidak sampai hati
untuk membiarkannya saja. aku segera membantunya melepaskan alat
oksigen tersebut. beberapa member memandangku tidak percaya, tapi aku
tidak peduli.
“Minnie...
Otteoke...?” Tanyanya pelan dan terbata. Aku benar-benar ingin
menangis saat ini juga. Tapi aku tidak boleh lemah saat dia juga
lemah.
“Dia
baik-baik saja cullie ah. Kamu tidak usah menghawatirkannya eoh.?
Kamu juga harus cepat sembuh.” Kataku perlahan.
“Jinja...?
Syukur... Lah..., tapi.... Aku.. Ti..dak mau.... Ber... Janji...
Apa... Pun.. Pada... mu... Teuki...,” katanya lemah. Terasa ada
yang membakar hatiku. Begitu sakit hingga aku tidak bisa lagi
menahannya. Akupun segera menghindarinya, tak ingin dia melihat aku
menangis.
Aku
segera menyuruh hankyung untuk mendekati heechul. Aku benar-benar
tidak menyangka keadaannya separah itu.
Leeteuk
POV end
“Hannie...
Nan... Gwen..chana... Ulji..ma... Eoh...” Kata heechul pada
hankyung tidak lupa dengan senyum evilnya yang terlihat. Hankyung
hanya terus terdiam sambil memandang heechul lurus. Dia biarkan air
matanya menetes begitu saja.
Kyuhyun
segera mendekat, sambil menyeka air mata yang terus mengalir di
kelopak matanya. “Hyung, aku harap aku bisa menghajarmu saat ini.
Aku yakin aku pemenangnya”. kata kyuhyun tiba-tiba.
“Ya...
Maknae, ah.. Appo..” Tanpa sadar heechul berteriak, meski tidak
sekeras biasanya tapi cukup membuat para member segera melihat
kearahnya, khawatir dengan keadaannya. Sedetik kemudian mengalihkan
pandangan mereka kearah kyuhyun dengan pandangan mematikan.
“Kemari...
Kau...” Panggil heechul semakin lemah. Kyuhyun pun menurut, sedang
heechul kemudian mengarahkan tangannya ke kepala sang maknae,
berusaha memukulnya. Tapi bahkan kyuhyun tidak merasakan apapun
selain elusan. Kyuhyun yang berusaha tegar didepan hyungnya tersebut,
segera runtuh pertahanannya. Air matanya tak terbendung lagi.
“Hyung..
Bagaimana kau bisa melukai tubuhmu separah ini..? Apa yang kau
lakukan pada tubuhmu yang berharga eoh...?, hyung pabo...” Tangis
kyuhyun sambil terus mengelus tangan heechul yang terasa sangat
dingin. Dia tiba-tiba teringat dengan mimpinya dan menangis semakin
parah.
“Jangan..
Mena...ngis kyun...nie.., tubuh ini... Bah...kan... Be..lum...
Mampu... Melin...dungi adik...ku...mian...hae...” Kata heechul
sarat akan penyesalan yang tak terkira.
“Anni...
Kau sudah melakukan yang terbaik untuk sungmin hyung, dan terburuk
untuk dirimu sendiri,” jawab kyuhyun sedikit ketus.
Tiba-tiba
heechul menangis hingga isakannya terdengar menyakitkan. Tubuhnya
mulai bergetar, dan nafasnya terlihat berat. Yesung segera berlari
mencari dokter. Sedang leeteuk mengambil alih posisi kyuhyun
sebelumnya.
“Chullie
ah.. Gwenchana...?” Tanya leeteuk pelan. “Ap...po... Ap...po...”
Hanya itu kata-kata yang keluar dari bibir heechul. Dia masih terus
menangis. Begitu juga dengan memberdeul. Tidak satupun yang dapat
menahan kepedihan. Heechul memejamkan mata sangat erat berharap mampu
mengurangi rasa sakitnya. Bibirnya terus bergetar dan menggumamkan
kata yang sama berkali-kali. “Je.. Bal... Hen...ti...kan...
Sa...kitnya...” Katanya putus asa. “chullie ah.. Kau harus
bertahan... Kau tidak boleh begini... Jebal... Bertahanlah...”Kata
leeteuk terus menerus.
Ditengah
tangisnya, heechul memandang satu persatu member yang ada disitu. Dia
kemudian tersenyum dan mulai tak sadarkan diri. Yesung terlihat
mendekat bersama dengan seorang dokter dan beberapa perawat. Seluruh
member super junior segera keluar untuk memberi ruang untuk dokter
memeriksa heechul.
Beberapa
menit kemudian dokter keluar dengan membawa kabar duka. “Kami telah
berusaha, tetapi kami kehilangan heechul ssi. Maafkan kami”. Kata
dokter itu sambil memperlihatkan wajah yang sangat menyesal. Semua
yang berada ditempat itu segera menangis mendengar kabar mengerikan
ini. Dokter pun segera pergi untuk melanjutkan tugasnya kembali.
Para
member pun segera masuk kembali kedalam ruangan yang kini berisi
sosok tubuh yang tak lagi bernyawa dan tak lagi merasakan sakit.
“Ini
pasti lebih baik untuk heechul hyung, dia tidak akan merasakan sakit
lagi,” kata yesung berusaha menguatkan saudara-saudaranya, terutama
dirinya sendiri.
Sedangkan
kyuhyun mendekati tubuh hyung evilnya tersebut. “Hyung, kenapa kau
meninggalkan ku...? Kenapa kau tidak mau sedikit berusaha?, hanya
sedikit saja untuk kami. Kenapa kau menyerah hyung.? Aku tahu itu
sangat sakit, tapi tetap saja seharusnya kau sedikit berusaha dan
bertahan hyung. Jebal... Buka matamu hyung.”
Hankyung
yang tidak tahan melihat tingkah maknaenya itu segera mendekapnya dan
mencoba menenangkannya. “Ini yang terbaik kyu...” Sekarang kita
harus mulai fokus pada sungmin yang masih ada kemungkinan berada di
samping kita.
Entah
bagaimana, kabar meninggalkannya heechul segera terdengar luas.
Ucapan belasungkawa terus berdatangan, lautan blue safir telah
kehilangan salah satu bintangnya tepat pada pukul 03:00 kst. Seluruh
keluarga super junior berduka. Heechul dikebumikan hari itu juga.
Beberapa elf menghadiri pemakamannya, juga beberapa sahabat heechul,
dan chocho ball turut hadir saat itu, dan tentu saja seluruh member
super junior beserta keluarganya kecuali lee sungmin turut berada
disisi peristirahatan terakhir seorang kim heechul. Gerimis yang
membasahi bumi seakan menemani kepergian seorang bintang besar menuju
ke samping penciptanya.
Sedangkan
sungmin setelah melewati 5 jam operasi, akhirnya ia dipindahkan ke
ruang icu. Keadaannya tidak lebih baik, sewaktu-waktu dia bisa
mengalami drop dan itu dapat mengancam keselamatan nyawanya. Diapun
belum bangun sekalipun pasca operasi tersebut.
14
hari kemudian
Sungmin
masih belum memperlihatkan tanda-tanda akan segera sadar. tapi member
super junior selalu saja berusaha untuk terus menemaninya. khawatir
jika sewaktu-waktu sungmin bangun dan mendapati dirinya sendiri.
Jam
menunjukkan pukul 22:00 KST, ketika kyuhyun datang menghampiri kamar
hyung tersayangnya itu. Dia terlihat sangat lelah, namun masih mampu
memperlihatkan senyuman manisnya kepada hyungnya, meskipun dia
sendiri sadar bahwa hyungnya itu tidak akan melihat senyumannya. Saat
ini sebenarnya bukan waktunya dia untuk menjaga sungmin, tetapi dia
bersikeras untuk berada disamping hyungnya itu apapun yang terjadi.
Member lain telah mencoba untuk melarangnya, dan memintanya untuk
istirahat di rumah. Tapi hasilnya nihil. Si maknae sama sekali tak
mau mendengarkan saran dari hyungdeulnya tersebut.
Kyuhyun
pov
Hari
ini sebenarnya bukan jatahku untuk menjaga sungmin hyung. karena hari
ini adalah jadwalnya kangin hyung yang menjaga. Aku lihat dia sedang
tertidur di sofa, aku yakin dia kelelahan. Tapi siapa yang peduli,
untuk menjaga saudara sendiri kenapa harus ada jatah menjatah sih.
Itu mungkin berlaku bagi mereka. Tapi tidak bagiku, persetan dengan
jatah.
Sebenarnya
hari ini aku sangat lelah sekali. Banyak kegiatan yang tak mampu aku
lewatkan barang sedetikpun. Tubuhku menjerit meminta untuk
diistirahatkan. Baiklah, tapi sebelumnya aku harus memastikan bahwa
hyung aegyo ini masih setia dengan raganya.
Bukan
apa-apa, hanya saja aku masih sedikit trauma dengan meninggalnya
heechul hyung. Aku tak ingin sedikit pun kecolongan lagi. Tidak akan.
Aku akan terus menunggu hyung ku ini sampai dia membuka matanya, dan
tersenyum dengan bibir m shape nya itu. Aku harus memastikan dia
baik-baik saja, dan apapun yang dapat aku lakukan untuk saat ini.
“Hyung...
Irrona... Jebal...” Pintaku padanya. Aku tidak peduli dia
mendengarku atau tidak. Tapi aku heran, sebenarnya separah apa
tubuhnya, begitu lama tidak bangun.
Aku
saja yang dulu mengalami patah rusuk dan sebagainya bahkan hanya
membutuhkan waktu selama 4 hari untuk bangun dari koma ku. Sebenarnya
separah apa hyung tubuhmu ini eoh...? Kamu kan bukan orang yang lemah
tapi kenapa masih belum bangun hingga sekarang?. Bukannya aku lelah
terus menunggumu, sejujurnya aku sangat merindukan senyumanmu,
kata-kata bijakmu, nasehatmu, segalanya yang biasa kau lakukan.
Aku
terus saja mengelus tangannya yang tidak terdapat infus, menggosoknya
agar tangannya turut menghangat. Tanpa ku sadari aku tertidur di atas
tangan sungmin hyung.
Aku
berada diposisi antara bangun dan masih tidur. Nyawaku belum
benar-benar terkumpul sepenuhnya. Kurasakan belaian tangan seseorang.
Tapi aku berfikir mungkin aku bermimpi. Jikapun ini adalah mimpi, ku
harap yang mengelus kepalaku adalah sungmin hyung. Tangan itu tidak
terasa begitu hangat tapi sentuhannya membuat sangat nyaman, dan aku
yakin ini adalah tangan sungmin hyung. Segera aku membuka mataku, dan
ku lihat apa yang terjadi dengan hyungku. Aku yakin aku melihat
keajaiban. Hyungnya ku yang sudah dua minggu ini terus menutup
matanya, kini memperlihatkan irisnya yang begitu mempesona.
“Hyung,
kau sudah sadar...” Pekikku. Senyumku tak bisa lagi ku sembunyikan.
Dia hanya menganggukkan kepalanya.
Aku
berniat segera keluar untuk mencari dokter dan memberitahu bahwa
sungmin hyung sudah sadar dan setidaknya memberi kabar pada leeteuk
hyung tentang berita gembira ini. Tapi niatku sirna ketika ku lihat
sungmin hyung mencengkeram tanganku lemah.
“Hyung,
tunggu sebentar, aku akan mencari uisa eoh..?” Tanyaku pelan dan
berharap sungmin hyung mengerti.
Tapi
dia menggelengkan kepalanya pelan, dan memintaku membantunya untuk
melepaskan alat bantu pernafasannya. Akupun menurutinya, dan berusaha
yakin bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Hal
pertama yang dikatakannya dengan susah payah adalah, “Hee...chul...
Hyung...”. Aku bingung apa yang harus kukatakan padanya, tapi aku
memilih kalimat yang ntah akan ku sesali atau tidak setelahnya.
“Kalian menanyakan satu sama lain ketika sadar. Heechul hyung, dia
baik-baik saja. Dia bahkan sudah mulai sehat. Dia sekarang tambah
aktif hyung, dia juga sangat suka berlari-lari bahkan aku sedikit
khawatir dengan kakinya, tapi ya mana bisa si hyung setan itu
berhenti”. Jawabku berharap sungmin hyung percaya. Karena
sesungguhnya itu adalah harapanku. Ku tahan sekuat mungkin air mata
yang hendak jatuh, dan aku berhasil. Bahkan aku berhasil membuat
sebuah senyuman yang semoga membuat sungmin hyung lebih percaya lagi
kepadaku.
Aku
lihat senyumannya, aku yakin dia puas dan percaya dengan jawabanku,
dan bibirnya bergerak, mungkin mengucapkan syukur atau semacamnya.
Karena tak mungkin hyung ku yang manis ini akan mengucapkan sumpah
serapah seperti hyung setanku itu. Ah... Dia lagi yang selalu ada di
dalam ingatanku.
Aku
kemudian melirik ke arah kangin hyung yang terlihat terusik dari
tidurnya. Sedetik kemudian dia terlihat mengerjapkan matanya berusaha
untuk sada. Bagus sekali hyung sebelum aku berteriak di samping
telingamu dan mengatakan kabar yang sangat menggembirakan ini.
Sedangkan sungmin hyung masih belum mau untuk melepaskan tangannya
dari tanganku.
Tiba-tiba
sungmin hyung terlihat agak kesulitan bernafas. Entah bagian mana
yang mengalami penurunan fungsi tersebut. Untung kangin hyung segera
bangun dan kemudian berlari untuk mencari dokter ketika melihat mata
sungmin hyung terbuka. Aku segera memasang kembali alat pernafasan
yang sebelumnya menutupi mulut dan hidungnya tersebut.
Tak
berapa lama, kangin hyung dan dokter segera menuju ke ruangan sungmin
hyung, meminta kami untuk keluar dan segera memeriksa sungmin hyung.
Saat
aku dan kangin hyung sudah berada di luar kami segera menghubungi
member super junior dan tentu saja keluarga sungmin hyung yang
ternyata sudah berada dalam perjalanan.
Normal
POV.
Seorang
laki-laki dan seorang wanita setengah baya terlihat tergopoh-gopoh
menuju pintu ruangan anaknya, lee sungmin. Tak ketinggalan seorang
laki-laki muda yang sangat mirip dengan sang pasien turut berjalan di
belakangnya. Sedangkan di kursi panjang itu telah duduk
saudara-saudara seperjuangan sungmin dengan raut wajah yang gelisah
dan cemas yang tidak mampu mereka sembunyikan. Diantara mereka ada
yang berdiri tepat di depan pintu, bersiap untuk mencegat siapapun
yang keluar melalui pintu tersebut.
“Bagaimana
keadaan anakku leeteuk goon,?” Tanya seorang ibu yang jelas
merupakan ibu dari lee sungmin tersebut.
“Dia
akan baik-baik saja ommoni, dia seorang yang sangat kuat,” jawab
sang leader dengan sangat yakin. Senyum simpul pun tak lupa ia
perlihatkan di wajah rupawannya, lengkap dengan dimple kecil yang
menghiasi.
“Aku
harap dia mampu melaluinya,” jawab sang ayah.
Selang
beberapa menit dari percakapan tersebut, pintu terbuka, dan terlihat
seorang dengan pakaian khas dokter keluar dari ruangan tersebut.
Semua yang berada disitu segera mengerubungi sang ahli informasi
tersebut, tanpa berniat membiarkannya hanya berlalu.
“Bagaimana
keadaan minnie dokter.?” Tanya leeteuk mewakili pertanyaan belasan
pasang mata tersebut.
“Untuk
saat ini dia dalam keadaan baik,” jawab sang dokter. Semua yang
berada disana menghembuskan nafas lega bercampur bahagia. Tapi
lanjutan dari sang dokter membuat yang berada disana seakan tersengat
aliran listrik kembali, “tapi masih belum normal dan sewaktu-waktu
tubuhnya bisa mengalami penurunan. Kita harus segera melakukan
operasi lanjutan dikarenakan kondisinya semakin memburuk jika di
biarkan semakin lama,” lanjut sang dokter.
“Kapan
operasi itu akan dilaksanakan uisa nim?,” tanya sang appa.
“Segera
dilakukan operasi lebih baik, karena dikhawatirkan kondisinya akan
kembali menurun. Tetapi operasi kali ini akan sangat berat bagi
sungmin ssi, karena kondisi tubuhnya benar-benar buruk, beberapa
organnya rusak parah. Saya harap sungmin ssi mampu melewatinya.”
Jawab dokter tersebut menjelaskan.
“Operasi
kali ini pasti berhasil kan uisa nim?,” tanya kyuhyun takut-takut.
“kami
tidak bisa memastikannya, sebenarnya dengan berat hati kami harus
mengatakan tingkat keberhasilannya hanya 20%, tapi kita harus tetap
melakukan operasi atau membiarkan sungmin ssi semakin parah. Tapi
semua itu tetap tergantung pada semangat hidup sungmin ssi. Sekarang
kalian bisa kembali mengunjunginya, tetapi mungkin sungmin ssi masih
tertidur akibat pengaruh obat yang kami suntikkan” jawab sang
dokter dengan hati-hati.
Dokterpun
segera pamit untuk melanjutkan tugasnya dan meminta kepada wali lee
sungmin untuk mengurus segala berkas pra operasi. Orang tua sungmin
dengan berat hati mengikuti langkah cepat sang dokter. Yang
tertinggal disana adalah member super junior yang kini tanpa
kehadiran heechul lagi untuk selamanya, dan lee sungjin adik kandung
sungmin. Mereka semua terlihat frustasi dan tak mampu berucap
apa-apa.
20%
tentunya menjadi angka yang sangat familiar bagi telinga member super
junior terutama kyuhyun. Hal itu mengingatkannya kembali pada
perjuangan antara hidup dan matinya dulu. Dan ia dapat bertahan meski
dengan keadaan yang tidak bisa dibilang delalu baik-baik saja. Tentu
selalu ada yang berkurang pasca kecelakaan hebat tersebut.
“Aku
yakin sungmin mampu melewatinya, aku yakin,” kata yesung meyakinkan
dirinya sendiri dan kata-kata itu mampu membuat seluruh member turut
menjadi tegar dan yakin.
Kyuhyun
segera memasuki ruangan dimana hyung tersayangnya sedang tertidur
kembali. Diikuti oleh beberapa orang dibelakangnya. Tapi tentunya
tidak semuanya masuk, mereka masih mentaati peraturan yang berlaku.
Terlihat leeteuk, yesung, eunhyuk, donghae, dan sungjin yang memasuki
ruangan tersebut selain kyuhyun yang sudah kembali duduk dikursi
samping tempat tidur sungmin. Sungjin terlihat mengusap pelan kaki
hyung satu-satunya yang dia miliki itu.
Sungmin
nampak baik-baik saja dari luar, hanya beberapa lebam yang masih
belum juga mau hilang dari kulit halusnya. Dia nampak sangat pucat
dan tidak bernyawa.
Kyuhyun
mengusap pelan tangan sungmin dan mulai meracau sambil menahan
tangisnya,”Hyung, kau akan baik-baik saja, iyakan..? Kau akan
bertahan kan..? Kau tidak boleh meninggalkanku dan orang-orang yang
mengasihimu. Kau harus terus berjuang. 20% itu banyak kok hyung.
Jangan pernah khawatir dengan nominalnya, kau harus terus
menghawatirkan kami dan merasa bersalah jika harus meninggalkan
kami”. Kata kyuhyun parau.
Leeteuk
segera mendekap tubuh sang maknae. Leader selalu tahu apa yang harus
dilakukannya ketika dalam keadaan seperti itu.
Mata
sungmin terlihat bergerak tak beraturan. Dia terliaht memaksa
kelopaknya untuk segera terbuka. “Heechul hyung, kenapa tak
melihatku, apa benar dia baik-baik saja?. Kemarin malam dia terlihat
cukup parah”. Tanya sungmin tiba-tiba setelah ia membuka matanya
dan mengedarkannya sejenak. Pertanyaannya sangat lancar tapi sangat
lemah.
Semua
yang sedang berada disana kebingungan bagaimana harus menjawab
pertanyaan sungmin. Kyuhyun yang terlihat masih berusaha menghapus
air matanya segera menjawab, “hyung lupa?. Dia itu hyung setan yang
melakukan segalanya dengan imbalan. Heechul hyung bilang, kau harus
sembuh dulu baru dia mau menemuimu. Give and
take.
Dia mengatakan itu padaku”. Kata kyuhyun sedikit ragu. Semua yang
ada disana segera mengiyakan kata-kata kyuhyun tanpa berniat memberi
tahu yang sebenarnya.
“Hhh..
Kenapa menemui ku harus meminta imbalan?. Tidak bisakah dengan uang?”
Tanya sungmin sambil nyengir tak jelas.
“Hahahha...
Hyung.. Kau pikir heechul hyung apa,? Sampai kau bisa membelinya.?
Kau benar-benar telah menghancurkan harga dirinya hyung. Aku tak
yakin kau bisa selamat jika bertemu dengannya. Lagipula siapa suruh
tidur selama 14 hari eoh.? Tentu saja heechul hyung tidak mau
menunggumu hyung. 10 menit terlambat saja, dia memilih pergi”. Kata
kyuhyun meledek sambil memamerkan senyum evilnya. Yang lain tak mampu
menahan tawanya. Sedangkan sungmin hanya mampu tersenyum, karena jika
ia tertawa, dadanya akan terasa sangat sakit.
#skip
time
3
hari setelah sungmin sadar dari koma panjangnya, maka hari ini
ditetapkan sebagai hari operasi bagi sungmin. Semua yang berada
disana memiliki perasaan yang sama. Cemas dan berharap sungmin akan
melaluinya dengan sangat baik.
Leeteuk
memasuki ruangan sungmin berada sebelum dibawa kekamar operasinya
nanti. Sungmin sudah mengenakan baju operasi dan siap menuju meja
penentuan hidupnya kelak. Kyuhyun yang terus memonopoli sungmin
sampai saat ini masih terus berada disamping sungmin sambil sedikit
bercanda. Terlihat dari bibir keduanya yang etrus melengkung keatas.
“Minnie
ah, kamu sudah siap.?” Tanya leeteuk basa basi.
“Iya
hyung, entah mengapa aku sangat ingin segera bertemu dengan heechul
hyung. Hanya dia yang belum aku lihat sejak aku membuka mataku. Aku
sangat rindu dengannya. Aku juga merasa bersalah padanya.” Jawab
sungmin lancar sambil memperlihatkan senyuman di bibirnya yang kering
dan tak berwarna.
“Geure...
Kau harus segera sembuh dan melewati operasi ini dengan baik, atau
heechul hyung akan menghajarmu”. Kejar kyuhyun sambil mempoutkan
bibirnya.
“Tentu
aku yang menang, aku kan ahli martial art. Heechul hyung tidak
mungkin mengalahkanku. Iyakan...?” Tanya sungmin ragu entah kepada
leeteuk atau kyuhyun.
“Anni..
Kau tak pernah bisa mengalahkannya hyung. Hanya aku yang bisa.. Jadi
kau harus cari aman.. Arraseo..?” Tanya kyuhyun lagi dengan
cengengesan.
“Kau
harus melewatinya minnie. Apapun yang terjadi kau harus kuat dan
ingatlah kami akan selalu disampingmu.” Kata leeteuk bijak, tak
lupa senyuman malaikat tersemat indah dibibirnya.
“Aku
pasti bisa melaluinya dengan mudah hyung... Tch... Aku yakin...
Iyakan..? Aku pasti bisa kan...?” Jawab sungmin ragu-ragu sambil
masih mengeluhkan tentang hyungnya yang tak mau menemuinya.
“Hahh...
Heechul hyung... Neomu bogoshippo...” Tambah sungmin lemah sambil
menghembuskan nafasnya pelan.
Leeteuk
yang berada di samping kyuhyun agak sedikit merasa sedih dengan
pernyataan sungmin. Hatinya sangat sakit mengingat salah satu
adikknya yang telah tiada itu. Dia juga merasa agak takut dengan
kenyataan hidup sungmin yang hanya 20% itu. Perasaannya benar-benar
tidak karuan saat ini.
Sedang
kyuhyun hanya mampu termenung mendengar keluhan hyung kesayangannya
itu. Dia juga merasa takut kalau hyungnya itu memilih untuk bertemu
dengan hyung evilnya di surga.
“Kyu,
aku sedikit takut. Apa kau dulu juga takut ketika akan di operasi?. “
tanya sungmin tiba-tiba menghancurkan seluruh lamunan kedua orang
yang berada di ruangan tersebut.
“Bohong
kalau aku bilang tidak takut dan aku baik-baik saja. Kenyataannya,
aku bahkan ingin berlari pulang dan hanya terus berada disamping
kalian saat para dokter membawaku ke ruang operasi.” Jawab kyuhyun
jujur.
“Kyu,
bagaimana jika setelah ini aku tidak bisa bangun lagi.? Bagaimana
kalau tidak ada kesempatan kedua untukku seperti yang diberikan
padamu?. Apa tidak lebih baik kalian membawa ku pergi saja sekarang.?
Mumpung mataku masih terbuka dan aku masih bernafas.?” Tanya
sungmin memelas. Matanya terlihat mulai berair dan dia terlihat lebih
lemah dari yang biasanya.
“Andwe...
Kau tidak bisa seperti ini. Sekecil apapun kesempatan, kau harus
mewujudkannya. Maknae saja bisa bertahan dengan 20% kesempatannya.
Aku yakin kau juga mampu minnie-ah. Kau harus optimis. Arraseo?”Jawab
leeteuk tegas.
“Aku
akan sakit kalau kau tidak kembali hyung..” Kata kyuhyun manja.
“Arraseo
hyung. Aku akan mencobanya. Tapi jangan salahkan aku jika aku tidak
mampu menahan sakitnya nanti. Dan juga jika aku selamat, kalian akan
merawatku kan selama aku belum sembuh? Dan kyunnie, kau tidak boleh
sedikitpun sakit. Mengerti..?” Pinta sungmin langsung.
“Tentu
saja” Jawab mereka serempak.
Tidak
berapa lama terlihat beberapa orang perawat mulai memberesi semua
perlengkapan sungmin dan segera membawanya dengan menggunakan ranjang
dorong ke dalam ruang operasi. Semua yang berada disana mengikutinya
dan masih terus berusaha menguatkannya.
Sungmin
POV.
Sekarang
aku sudah memasuki ruang operasi. Hanya ada aku, beberapa orang
perawat, dan juga beberapa dokter di sekitarku. Aku merasa agak takut
karena aku mulai merasa sendirian. Aku terus berdoa pada tuhan untuk
memberiku kesempatan kedua untuk hidup, agar aku lebih banyak berbaik
kepada orang tua, teman-temanku, dan juga orang lain.
Tapi
jika itu terlalu banyak, aku hanya berharap, bahwa kenangan yang
telah ku buat selama hidupku dengan mereka yang masih hidup akan
terus terkenang. Aku sadar tidak banyak hal baik yang aku lakukan,
tapi setidaknya mereka masih sedikit mengingatku, itu sudah cukup
membuatku bahagia.
Mereka
mulai memasang alat-alat di tubuhku yang entah aku tak tahu namanya
maupun fungsinya. Dan baru sekarang aku berharap dapat membawa
tubuhku untuk segera berlari dari tempat ini. Demi apapun, aku mulai
merasa takut. Apalagi saat ku lihat salah satu dari mereka mulai
menyuntikkan sesuatu di aliran infus ku. Aku sungguh ingin pergi dari
tempat ini. Kemanapun juga yang membuatku aman. Dan demi tuhan, aku
tidak akan mau lagi mengenal yang namanya jarum suntik dihidupku
selanjutnya.
Aku
mulai mengambang dan kesadaranku mulai menghilang. Aku yakin ini
gara-gara suntikan di infusku tadi. Mereka yang berada disana semakin
tidak jelas, dan segera saja aku ditelan kegelapan.
Kegelapan
itu tidak lama, sejenak kemudian aku melihat pantai dengan airnya
yang sangat jernih. Wah... Kebaikan apa yang ku lakukan sampai aku
bisa berada di surga seindah ini.? Batinku. Hah, aku pikir aku tidak
akan menyesali lagi atas segala yang terjadi padaku sebelumnya.
“Minnie
ah.. Kenapa kamu disini...?” Tiba-tiba aku mendengar suara
seseorang yang begitu familiar di otakku. Tapi siapa? Kyunnie..?
Anni... Teeuki hyung..? Anni...
Akupun
segera menolehkan kepalaku ke belakang. Aku lihat heechul hyung
berada tepat di belakangku. Heechul hyung terlihat sangat amat
tampan. Jauh lebih tampan dari sebelumnya. Aku senang bukan kepalang,
akhirnya aku bertemu juga dengannya. Heechul hyung kemudian tersenyum
padaku dan mengajak ku untuk duduk di bibir pantai itu.
Aku
sempat memiliki pikiran yang aneh dikepalaku. Apa senyum teuki hyung
telah dipindah ke wajah heechul hyung. Kenapa senyumannya bisa begitu
teduh. Aku bahkan terhipnotis oleh senyumannya. Tanpa sadar aku terus
dan terus memandangnya.
Dia
terlihat risi dengan pandanganku. Dia kemudian membentakku. “Yha...
Minnie ah... Apa kau mulai menaksirku..? Berniat mengajakku
kencan..?” Tanyanya dibubuhi dengan senyum evil khasnya.
Annio..
Sepertinya aku telah khilaf berfikir kalau senyum teuki hyung telah
dipindah ke hyung evil ini. Buktinya tidak dapat disangkal lagi. Dia
masih hyung evilku.
“Annio...
Gumawo... Aku lebih senang kencan dengan heebum..” Jawabku asal
sambil memalingkan wajahku.
“Minnie
ah... Kenapa kau bisa disini.? Sepertinya do’a ku memang tidak ada
yang terkabul. Benar-benar menyebalkan. Aish...sial...” Katanya
panjang. Tapi aku tidaj faham dengan arah pembicaraannya.
“Hyung,
sebenarnya kita dimana?. Tempat ini sangat menyenangkan. Tapi,apa
tidak ada rumah disini.? Bagaimanan jika malam tiba, kita harus tidur
dimana. Dan kenapa hanya ada kamu hyung. Mana yang lain?” Tanyaku
panjang lebar. Aku benar-benar merasa bingung dengan tempat ini.
“Minnie...
Kita hanya perlu menunggu disini. Menunggu mereka semua datang satu
persatu ke sini. Kita hanya perlu satu hal saat ini. Kesabaran. Kau
berdua denganku aku pikir bukan ide yang buruk. Setidaknya aku tidak
sendiri, meski aku masih berharap kamu bisa kembali bersama yang
lain. Tapi jika tidak bisa, aku akan menjagamu.” Kalimat panjang
heechul hyung tak satupun yang ku mengerti.
Aku
bukannya tidak suka berdua dengan heechul hyung. Seperti yang
dikatakannya, itu bukan ide buruk. Apalagi ini adalah tempat yang
sangat indah bak surga, siapa yang tidak betah disini. Tapi kenapa
kami harus menunggu yang lain. Tak bisakah heechul hyung hanya
menelphon mereka saja.? Aku yakin mereka tidak akan keberatan untuk
datang.
Tapi
tunggu dulu... Aku kembali mengulang segala memori yang dapat ku
kumpulkan. Bukannya aku seharusnya berada di ruang operasi..? Kenapa
aku malah berada di tempat indah ini.
“Hyung...”
Kataku lagi tanpa mampu aku lanjutkan.
“Nee...
Sungmin ah.. Kau masih ingin berusaha untuk kembali eoh...?” Tanya
heechul hyung padaku.
“Tentu
hyung. Tidak mudah meninggalkan mereka semua. Lagipula mereka bilang
aku akan bertemu hyung saat aku sehat. Bukankah aku memang harus
berusaha.? Mari kembali hyung...” Tanyaku pada heechul hyung
“Anni
sungmin ah... Kau memang harus terus berusaha dan kembali, tapi maaf
aku tidak bisa kembali..” Katanya.
Aku
menghela nafas berat. Aku tidak mungkin meninggalkan hyungku sendiri.
Aku memang perlu untuk menemaninya. Setidaknya dia memiliki teman
untuk mengobrol. Toh mereka masih memiliki satu sama lain, sedang
heechul hyung hanya ada aku di sampingnya.
Satu
keputusan yang berat ku ambil, “Kalau kau tidak bisa kembali, maka
aku akan terus menemanimu hyung, dan kita bersama akan menunggu
mereka datang seperti katamu.” Ucapku yakin.
“Anni
minnie ah... Kau mungkin masih kembali. Jangan seperti ini. Aku lebih
senang sendiri. Lebih tenang tanpa dirimu bunny..” Mohon heechul
hyung.
Aku
tidak akan meninggalkannya sedikitpun. Untuk saat ini dan seterusnya,
aku tidak akan pernah merasa menyesal dengan keputusanku. Heechul
hyung tak pernah meninggalkanku sedikitpun saat aku di pihak yang
sulit, pantas bukan jika aku menemaninya.?
“Aku
akan disini. Jangan pernah membuatku goyah dengan keputusanku hyung.
Karena sedikitpun kau tidak akan bisa. Aku juga tidak mau merasa
sakit. Kau pikir setelah aku disini aku akan melupakan perasaan sakit
itu.? Disini aku tidak merasakan apapun, selain damai bersama hyung
evil ku.. Hahhaa...” Ucapku yakin.
“Minnie...”
Rengek heechul hyung.
“Diamlah
hyung... Biarkan aku tidur dipangkuanmu, aku sedikit lelah..”
Jawabku mencari alasan.
Aku
yakin aku akan bahagia disini. Aku dan heechul hyung akan terus
menunggu kalian semua keluargaku. Dengan heechul hyung aku menunggu
kalian disini. Meskipun lama, kami akan terus menunggu. Iyakan
heechul hyung..?
Aku
tersenyum dan segera kurebahkan kepalaku di pangkuannya yang hangat.
Kupejamkan mataku menikmati segalanya. Aku benar-benar merasa tenang
dan sangat bahagia. Tuhan, terimakasih atas semua yang kau berikan
padaku. Ini sudah lebih dari cukup untukku. Aku tidak akan
mengharapkan yang lain.
Sungmin
POV end
Normal
pov.
Waktu
terus berjalan tanpa mengenal lelah. Tanpa terasa 3 jam telah mereka
lalui demi menanti sebuah kepastian dari orang-orang yang akan keluar
dari pintu ruang operasi tersebut.
“Aigoo...
Kenapa mereka lama sekali hyungi...?” Tanya ryowook cemas.
“Sabarlah
wookie... Mereka sedang berusaha di dalam sana. Mari terus berdoa
untuk minnie eoh...” Jawab leeteuk tak kalah cemas dalam nada
suaranya.
Kyuhyun
terus terpekur diam di sudut tempat itu. Terus berharap hyung
tersayangnya itu mampu melewati semuanya, bahkan hal yang paling
berat sekalipun.
Tidak
satupun dari orang-orang yang menunggu kepastian itu yang berhenti
untuk berdoa. Mereka benar-benar disibukkan dengan harapan mereka.
Tak
seberapa lama, lampu di atas ruang operasi tersebut padam. menandakan
bahwa operasi telah usai. Mereka semua yang berada di luar sangat
menantikan keluarnya sosok-sosok dokter segera keluar dan segera
memberi tahukan kabar apapun pada mereka.
Pintu
terbuka, dan segera saja orang-orang berbaju biru muda itu di
kerubungi oleh belasan pasang mata yang penuh harap tersebut.
“Bagaimana keadaan anak saya dokter..?” tanya seorang ayah
sungmin kepada dokter tersebut.
“Kami
mohon maaf, sungmin ssi menyerah di tengah perjuangannya. kami telah
berusaha yang terbaik untuk menyelamatkannya. Tapi kami kehilangan
dirinya. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.” kata dokter
tersebut sambil menundukkan kepalanya. terlihat jelas penyesalan yang
luar biasa di wajahnya yang tak lagi muda.
“Apa
maksudnya dia menyerah uisa nim? hyungku bukan seseorang yang begitu
mudahnya menyerah di tengah perjuangannya. Pasti ada yang salah
dengan kalian.” Kata kyuhyun lemah. Dia sudah benar-benar tak
memiliki tenaga untuk berteriak ataupun marah pada dokter tersebut.
Tubuhnya seketika itu juga limbung ke samping, untungnya berhasil di
tangkap oleh siwon yang saat itu berada tepat di sampingnya.
“Kami
mohon maaf. Awalnya sungmin ssi dalam keadaan baik-baik saja. tetapi
ditengah operasi, sungmin ssi tiba-tiba drop. Dan kami gagal
menyelamatkannya. Kami benar-benar meminta maaf.” sekali lagi
dokter tersebut membungkukkan tubuhnya meminta maaf dengan sangat
tulus. dokter tersebut segera berlalu dari hadapan orang-orang yang
tengah diliputi duka tersebut.
“hyung...
sungmin hyung....” tangis kyuhyun pelan di dalam pelukan erat
siwon.
“Tenanglah
kyunnie... dia pasti bahagia disana. kita jangan seperti ini, kita
juga harus kuat. Dia pasti sudah bersama chullie sekarang. dan mereka
tentu sedang menunggu kita datang. Bukankah minnie juga bilang dia
sangat merindukan chullie..?” kata leeteuk tenang. tapi air matanya
tak urung terus keluar tanpa diminta.
Semuanya
tengah menangis saat ini. mereka tidak peduli lagi jika sungmin atau
heechul melihat mereka menangis dari atas sana. jika itu dapat
mengembalikan mereka berdua, tentu semuanya tak keberatan untuk terus
menangis dan memohon mereka berdua bersedia untuk kembali ke samping
mereka.
ELF
juga kembali menangis atas kabar duka tersebut. Lautan Blue Sapphire
kembali terluka. mereka kembali kehilangan satu bintangnya lagi
akibat kecelakaan maut tersebut.
Dari
empat orang yang mengalami kecelakaan tersebut, hanya manajer mereka
yang berhasil selamat. Dan kini dia mengalami masa sulit karena
ketiga rekan satu mobilnya yang tidak mampu bertahan.
Lee
sungmin hari itu juga disemayamkan tepat disamping hyungnya, Kim
heechul yang telah mendahuluinya menempati salah satu spasi di tempat
tersebut.
Kali
ini langit tidak nampak murung. Bahkan terkesan sangat cerah. entah
mengapa suasana seperti mengingatkan mereka pada si pumpkin yang
memiliki senyum sehangat mentari. Mereka tidak akan pernah melupakan
sedikitpun kenangan yang telah mereka rajut bersama dengan dua orang
yang sangat berarti di hidup mereka ini.
Beberapa
orang pelayat terlihat mulai meninggalkan area makam. dan hanya
meninggalkan sebelas orang yang masih teguh berdiri di samping tempat
peristirahatan terakhir kedua sahabatnya tersebut. mereka tak lagi
menangis. mereka bahkan telah mampu mengatakan sedikit candaan,
meskipun itu sangat canggung.
“hyung,
kalau aku nanti menyusul Heechul hyung dan Minnie hyung aku ingin
berada di sini, nee...?” kata kyuhyun sambil menunjuk spasi kosong
yang tepat berada dekat makam sungmin.
“hush...
kamu ngomong apa sih maknae.? kamu tidak boleh seperti itu, karena
aku akan menempatinya lebih dahulu,” jawab eunhyuk sambil
memperlihatkan gummy smilenya.
“No.
kau harus jauh-jauh dari minnie hyung eunhyuk, kamu terlalu berisik.
dan itu mengganggu tidurnya yang tenang.” Jawab Kyuhyun tak mau
mengalah.
“Anni,
kau yang akan membuatnya sengsara. Kau jahil sekali kyunnie. Minnie
hyung pasti tidak suka berada di dekatmu.” Jawab eunhyuk semakin
memanasi maknae super junior tersebut.
“Yha...”
teriak kyuhyun nyaring dan berusaha menggapai eunhyuk yang berada di
tempat paling ujung tersebut yang malah nyengir kuda. Akhirnya Siwon
dan Hankyung yang melerai pertengkaran kecil mereka tersebut.
“Omo....!!
Ada apa dengan wajahmu itu hae-ah...” tanya eunhyuk ketika
memandang soulmate yang berada disampingnya itu.
“Kau
tidak mau disampingku hyukkie..?” kata donghae dengan bibirnya yang
mengerucut dan raut nelangsa di wajah childishnya itu.
“Siapa
bilang? aku mau...” jawab eunhyuk tulus, dan menampakkan wajah
bodohnya.
“Tapi
kau bertengkar dengan Kyunnie demi berada disamping sungmin hyung,”
katanya masih merengut.
“Anni...
bukan begitu chagiya, aku hanya bercanda. mianhe ne..?” kata
eunhyuk dengan wajah yang dibuat semelas mungkin.
Donghae
hanya mengangguk-anggukan kepalanya imut. “yha... yha... yha...
kalian menjijikkan.. Aku sungguh khawatir dengan Heechul hyung dan
Minnie jika melihatnya. mereka pasti akan muntah...” Teriak kangin
menggelegar. hal itulah yang kemudian membuat seluruh yang ada
disitu hanya menggelengkan kepala, sedangkan duo eunhae itu
mengerucutkan bibirnya imut.
“Hyung...
aku...” kata kyuhyun tiba-tiba. belum sempat dia menyelesaikan
kalimatnya, dia sudah terlihat ambruk ke samping. semuanya merasa
cemas dengan maknae mereka yang memang memiliki ketahanan tubuh lebih
buruk dari yang lain.
Leeteuk
mencoba membangunkan kyuhyun dengan menepuk-nepuk pipinya, tapi tak
ada respon sedikitpun darinya. Bahkan wajah kyuhyun pucat saat ini.
Mereka semua sangat cemas, dan sepakat untuk membawa maknae ke rumah
sakit. Kangin yang mengambil alih seluruh berat tubuh kyuhyun di
belakang punggungnya. Dengan sedikit berlari mereka mulai keluar
daria area pemakaman di sore itu.
Kyuhyun
POV
Aku
ikut tertawa melihat mereka bercanda. bahkan aku merasa bahwa kedua
hyungku yang telah beristirahat panjang ini juga ikut tertawa bersama
kami. tapi tiba-tiba kepalaku berdenyut tak karuan. aku mencoba
menggapai teuki hyung, dan mengatakan bahwa aku sangat pusing dan
mengajaknya untuk segera pulang. “hyung... aku...” belum selesai
aku mengatakan keluhanku, kepala ku menjadi semakin pusing, dan
dadaku sesak. sedetik kemudian semuanya menjadi gelap.
Aku
terbangun, dan aku merasa sedikit bergoyang. tempat yang tidak
terlalu nyaman dan sempit ini, aku yakin sedang di dalam mobil kami
saat ini. Sebuah tangan terasa hangat terus mengelus kepalaku dengan
lembut. Aku mencoba bangun tapi kepalaku masih berdenyut meski tak
separah tadi.
“Hyukjae,
apakah rumah sakit masih jauh eo.?.” Tanya sebuah suara yang aku
yakin itu adalah Teuki hyung. Tapi kenapa ke rumah sakit? siapa lagi
yang sakit.?Aku mulai ketakutan dengan itu semua.
“Aku
akan mempercepatnya hyung. aku juga ingin ita segera sampai.” jawab
eunhyuk yang mungkin sekarang sedang menyetir mobilnya.
Aku
melihat kearah kaca, langit jingga nampak tersenyum padaku. aku
mencoba untuk bangun dengan sedikit susah payah. Aku sedikit merasa
takut, karena eunhyuk hyung menjalankan mobilnya lebih cepat dari
yang seharusnya.
“Hyung,
kenapa kita ke rumah sakit?. siapa lagi yang sakit.?” tanyaku tidak
mengerti dan meminta penjelasan pada Teuki hyung.
“Kyunnie,
kau sudah sadar saeng. kita akan segera sampai ke rumah sakit. kau
akan baik-baik saja. kau tadi pingsan saeng” kata Teuki hyung
dengan mata yang mulai basah.
“Nee..?
aku memang baik-baik saja hyung. aku tadi hanya pura-pura pingsan
agar tidak perlu jalan ke mobil. eh ternyata enak juga, aku malah
ketiduran, dan bangun gara-gara hyukjae kebut-kebutan. kenapa aku mau
dibawa ke rumah sakit?” tanyaku pura-pura heran dengan tingkah
hyung-hyungku. kukedipkan mataku beberapa kali, dan meyakinkan bahwa
aku baik-baik saja. kemudian ku keluarkan senyuman evil ku.
Eunhyuk
hyung segera menepikan mobilnya. aku sudah siap diteriakinya, tapi
ini lebih baik daripada masuk rumah sakit. dia kemudian menolehkan
wajahnya ke arahku, “YHA... MAKNAE SETAAAANNN....! KAU INGIN MATI
MUDA HAHH..?” Tanyanya menggelegar. jarang sekali eunhyuk hyung
meneriakiku.
“Anni,
tapi kalau artinya aku bisa bertemu dengan minnie hyung dan heechul
hyung, aku tidak apa-apa mati muda pun.” jawabku asal yang justru
di sambut tatapan ngeri dari hyungdeul.
“Pabo....”kata
Yesung hyung sambil mengelus kepalaku.
“Kami
tidak akan membiarkan kau berjumpa dengan mereka. setidaknya tidak
untuk waktu dekat ini kyunnie..” kata wookie hyung penuh penekanan.
“Mereka
tak akan suka bertemu denganmu, lagipula aku rasa kau tidak bisa
bertemu dengannya maknae evil” Kata eunhyuk hyung berhasil
membuatku bertanya-tanya.
“Wae...?”
Tanyaku penasaran. “Heechul hyung dan sungmin hyung berada di
surga, dan kau... aku tak yakin Tuhan mengizinkanmu memasuki
surganya. kau kan setan, mana bisa kau masuk surga eoh..?” Jawab
Enhyuk membuatku menganga sambil bertanya-tanya, benarkah? Haruskah
aku tidak menjahilinya lagi.?
“Tapi....”
Tanyaku lagi. Dan aku belum menyelesaikan kalimatku saat eunhyuk
hyung dengan percaya dirinya berkata, “ Cha.... mari kita
pulang...” Katanya menyebalkan dan kemudian melajukan mobilnya kali
ini aku yakin ke arah dorm.
Aku
masih memasang wajah sebal saat melihat Leeteuk hyung hanya tersenyum
simpul kearahku dan menatapku penuh arti.
Akhirnya
kami sampai di dorm, dan segera memasuki ruangan dorm yang telah
sekian lama menjadi tempat berlindung kami. Aku segera masuk kedalam
kamarku dan kurebahkan tubuh lelahku di ranjang tersayangku untuk
mengistirahatkan tubuh ringkihku ini. Aku menatap tempat tidur minnie
hyung yang masih rapi dan kini tak berpenghuni lagi. Kembali rasa
sedih itu merasuk kedalam hatiku. Tapi tak kubiarkan kesedihan
kembali menguasai hatiku. Tak butuh waktu lama, akupun segera
terlelap.
“Kyunnie...”
Sebuah suara yang familiar menyapa gendang telingaku. Aku tidak
segera membuka mataku dan berharap hyungdeul tidak mengganggu tidurku
yang menyenangkan. selain itu sepertinya aku bermimpi sedang tidur
dilaut, karena aku mendengar suara ombak berdebur pelan.
“Kim
kyuhyun... Yha... Irrona.... Palli...” Suara itu.? kim kyuhyun?
hanya hyung evilku yang memanggilku seperti itu.
Aku
membuka mataku pelan. Kulihat dua orang yang sangat kukenal dengan
senyum mengembang menatap kearahku.
“Hyung..”
Suaraku keluar dengan sangat pelan. Aku tidak percaya dengan ini
semua, tapi aku berharap ini bukanlah mimpi.
“Nee...”
Jawab mereka serempak.
“Hyung....
Nan.... Neomu.... Bogoshippoyo...” Kataku terbata. Tak mampu lagi
ku sembunyikan air mataku. Aku menangis tersedu, dan mereka berdua
memelukku dengan sangat erat.
“Uljima
saeng... Kami kan selalu disampingmu, kenapa kau seperti ini?”
Tanya sosok bercahaya yang aku yakini sungmin hyung. Dan dia
tersenyum, senyum ceria yang tak pernah berubah sedikitpun.
Aku
baru menyadari, mereka ratusan kali lebih tampan dari biasanya.
Mereka menggunakan setelan kemeja warna putih. Dan itu apa.?
Cahaya... Sedikit menyilaukan tapi aku masih dapat melihat kedua
hyungku ini dengan sangat baik.
“Kim
kyuhyun, mau jalan-jalan sebentar eoh..?” Tanya heechul hyung
sambil memamerkan senyum evilnya yang sangat kurindukan.
“Tentu
saja..” Jawabku yakin. “Ehm hyung... Disini menyenangkan...
Bolehkah aku ikut berada disini...?” Tanyaku merajuk, berharap
mereka mengabulkan permintaanku seperti biasa.
“Tentu
saja... Kau memang harus disini kim kyuhyun.” Jawab heechul hyung
spontan, disambut senyuman oleh sungmin hyungn. Mataku berbinar, aku
senang mereka mengizinkanku. Sampai, “tapi tidak sekarang, nanti
ketika sudah saatnya, arraseo..?” Lanjut heechul hyung yang
berhasil membuat binar dimataku meredup. Hilang sudah harapanku.
“Kapan...?”
Tanyaku kembali.
“Nanti
saat kau tidak lagi menjahili hyungdeulmu.” Jawab sungmin hyung
santai sambil terkikik. Aku hanya mampu melotot tanpa bisa protes.
“Ne,
dengarkan apa kata hyungmu kyuhyunnie... Kau tidak boleh menjahili
mereka terus menerus. Kau tidak boleh meminta yang aneh-aneh pada
hyungdeulmu, kalau kau sakit bilang sakit, jangan hanya dipendam
sendiri. Minnie sekarang sudah disini, dia tidak akan lagi bisa
menjagamu seperti dulu. Juga jangan nakal, jangan suka membantah
perkataan hyungmu, mereka melakukan itu semua untuk kebaikanmu.
Berbakti pada orang tua, jangan menyusahkan mereka. Kau harus tahu
batas kemampuanmu, kalau kau tidak mampu jangan memaksa. Kau harus
memperbanyak jatah istirahatmu, berhenti bermain game kalau waktunya
tidur. Game tidak baik bagi kesehatanmu. Tubuhmu ini tidak sekuat
saat kau masih berumur sepuluh tahun. Arraseo..?” Kata heechul
hyung sangat panjang. Telingaku mulai berdenging. Aku hanya
mengangguk-angguk kesal. Aku yakin kepalaku akan putus sebentar lagi.
Sungmin hyung malah cengengesan melihatku mendapat ceramah yang
harusnya ku dapat dari siwon hyung ini.
“ Nee
eomma...” Jawabku malas. Tapi tak urung ada kebahagiaan disana.
“Yha....
Kim kyuhyun, kau tidak boleh bilang begitu kalau mendapat nasihat
dari hyungmu. Kau harus bilang,’ nee hyung... Gumawo... Aku akan
melakukannya’. Begitu.” Kata heechul hyung dengan wajah sebalnya.
“Nee
hyung, arraseo..” Jawabku akhirnya.
“Cha...
Kyunnie.. Kau harus segera melakukan aktifitasmu. Sampai jumpa
kyunnie.” Kata sungmin hyung sambil melambaikan tangannya.
“Kim
kyuhyun.. fighting...” Kata heechul hyung tak biasa. Dia
mengepalkan tangannya keatas berniat menyemangatiku. Tapi demi
tuhannya heechul hyung, itu sangat aneh, benar-benar sangat aneh
melihatnya. Aku pun terkikik geli karena tingkahnya.
“Sampai
jumpa kyunnie... “ Kata mereka berdua serempak. Senyuman terus
merekah dibibir mereka berdua.
“Nee..
annyeong hyungie...” Kata ku lemah. Aku sadar ini adalah
perpisahan. Dan aku yakin, nanti kami akan bertemu lagi. Suatu hari
nanti. Lambat laun mereka semakin menjauh dari pandanganku,
menyisakan aku yang sendirian di bibir pantai senja itu.
Akupun
terbangun, tak terasa ada aliran air disudut mataku. Aku kemudian
menyekanya dan tersenyum. Segera ku langkahkan kaki panjangku menuju
kamar mandi dan ku basuh wajahku yang nampak lelah ini.
Sebuah
ketukan segera membuatku menoleh ke arah pintu, “Kyunnie, ayo makan
malam saeng..”. Dan suara wookie hyung yang terdengar mengajakku
untuk mengisi perut kosongku ini.
Aku
bergegas menuju kearahnya dan tersenyum pada hyungdeul yang berada
disana. aku benar-benar bahagia setelah bertemu dengan hyungku. Aku
berjanji mulai hari ini akan menjadi maknae yang manis, dan mematuhi
ucapan heechul hyung. Aku yakin mereka akan terus menungguku dengan
sabar. Karena mereka memiliki kesabaran yang luar biasa. Tapi ku rasa
tidak untuk heechul hyung yang gampang naik darah itu.
Aku
kembali tersenyum, dan berterimakasih pada Tuhan atas segala hal baik
yang terjadi padaku saat ini. Aku Senang hyungdeul tidak terlarut
pada kesedihan mereka. Dan aku senang mereka masih berada
disampingku. Akan aku lakukan yang terbaik selagi aku bisa.
Normal
Pov
Super
junior kembali aktif dengan seambrek kegiatannya. syuting film,
membuat MV, menjadi DJ radio, menjadi MC, dan segala hal yang dapat
mengalihkan mereka dari duka mendalam yang mereka alami. ELF memberi
semangat tersendiri dalam masa-masa sulit yang super junior hadapi
tanpa kehadiran dua member yang begitu mereka kasihi.
Mereka
sudah mulai tersenyum kembali. Satu hal yang sangat berubah sejak
meninggalnya Heechul dan sungmin selain kosongnya salah satu spasi di
dalam ruang hidup mereka. Sang maknae sepertinya benar-benar
melakukan apa yang hyung evilnya minta. Kini dia menjadi lebih manis
dan tidak jahil pada hyungnya. Si evil maknae telah banyak berubah,
selain selalu menyembunyikan sakitnya dari para member. dia tetap
memendam sendiri ketika sakit itu mengurungnya dalam
ketidakberdayaan. Dia tidak ingin membuat hyungdeul menjadi terlalu
khawatir padanya. tapi hal itu justru membuatnya semakin di
perhatikan dan para member selalu berada disampingnya saat dia
mengalami penurunan daya tahan tubuh.
Bukan
hanya ada sang maknae, semuanya menjadi lebih terbuka satu sama lain
dan saling menjaga.
Semua
itu tentu saja membuat dua orang yang berada di situ namun tembus
pandang itu tersenyum lega. Mereka berdua benar-benar merasa bahagia
dan ikhlas untuk meninggalkan mereka semua.
Dua
Sosok tembus pandang itu sedikit demi sedikit semakin mengabur.
Senyum tak pernah hilang dari kedua wajah tampan nan bercahaya itu.
“Minnie ah. ayo pergi...” kata satu sosok itu pelan.
“Nee
hyung, aku tidak akan menyesali apapun di kehidupanku ini.” Jawab
sungmin. Heechul hanya mengangguk. Dan mereka berdua mulai menghilang
menyisakan senyuman member super junior yang lain.
END
Takishida,
January 17 th 2015