Rabu, 25 Februari 2015

GAJIMAYO.... JEBAL... CHAPTER 1

Romance, Friendship, Angst
Rated T
Cast: Kim Heechul (SJ), Victoria song (F(x)), dan akan terus bertambah
All of them belong to themselves, GOD, and ELF. Fanfiction is mine
warning...!! GAJE, TYPOS, DON'T LIKE, DON'T READ

Chapter 1
Pagi yang cerah dan sangat segar di pertengahan musim semi itu. Beberapa bunga sakura yang sengaja di tanam di area taman sebuah kampus megah nan elite tersebut nampak berseri indah. Warna merah mudanya yang lembut mampu membuat perasaan siapapun menjadi lebih baik saat memandangnya.
Seorang namja dengan setelan kaus putih di balut blazer merah dan celana panjang kasual dengan warna senada, nampak berjalan tergesa menuju arah salah satu bangunan tua diarea kampus tersebut yang terdapat tulisan “LIBRARY” diatas pintunya yang nampak gagah sekaligus menegaskan intelegensinya.
Wajah namja tersebut tak begitu terlihat. Mengingat dia menggunakan topi , kaca mata hitam dan tampaknya dia juga tak menyukai harum musim semi ini, karena dia menggunakan masker yang menutupi mulut dan hidungnya. Kini dia nampak bagai artis yang takut dikeroyok fans nya saat wajahnya terlihat. Sebuah tas coklat ukuran sedang juga nampak manis di punggungnya yang cukup kecil itu –untuk ukuran seorang namja.
aishh... Jinja... Dasar dosen botak, menyebalkan sekali, jelek lagi... Huft...” Sumpah serapah terdengar lirih dari bibirnya yang entah bagaimana bentuknya itu.
Anyyeonghaseo... Heechul sanbaenim...” Sapa dua orang gadis manis yang nampak imut sekaligus sexy kepada namja yang masih belum mau memperlihatkan wajahnya tersebut.
Namja yang semula memaki tak karuan itu terdiam dan segera menolehkan wajahnya kearah gadis yang menyapanya dan segera menganggukkan kepalanya, dan berlalu untuk memasuki sebuah ruangan yang sangat terkutuk baginya itu.
kya... Dia melihat kearahku kau tahu hyorin ah...” Cuap gadis yang terlihat lebih dewasa dari yang lain tadi agak sedikit histeris.
Hyorin si gadis yang berada disebelahnya nampak memutar matanya bosan,” bagaimana kau bisa tahu dia memandangmu ayle... Dia menggunakan kaca mata hitam kau tahu kan...?”
hm... Tapi aku yakin dia memandangku tadi...” Ayle terlihat masih ngotot mempertahankan pendapatnya. “cha... Ayo kita masuk, kita hampir terlambat...” Ajak ayle dan segera merangkul pundak temannya tersebut dan setengah menyeret mengajak hyorin berjalan.
Ayle yang sedang sibuk memperhatikan langkahnya tak menyadari bahwa hyorin nampak masih melihat punggung namja tadi yang mulai menjauh dari pandangannya.
Kim heechul nama namja yang memilih menutup hampir sebagian besar wajahnya tersebut. Dia memang sangat dikenal dikalangan kampus sejak awal dirinya menginjakkan kaki di bangku perkuliahan ini. Bukan saja oleh sanbae atau hobaenya, namun juga beberapa dosen wanita yang kerap kali mencari perhatiannya.
Meski begitu, tak satupun yang mampu untuk memiliki hati namja yang sangat tampan sekaligus cantik ini. Cantik...? Tentu saja, Kim heechul tidak hanya mampu mempesona para gadis, tapi juga beberapa namja yang bahkan tidak memiliki kelainan seksual sekalipun.
*Narumi takishida*
Wa... Daebak... Kenapa bukunya bertambah banyak setiap harinya... Rasanya aku perlu membawa kantung plastik kalau ke perpustakaan...” Ucap namja berwajah tampan sekaligus cantik yang tadi mengumpat tak karuan dijalan. Mata dan wajahnya nampak naik turun melihat tiap buku di rak-rak ruangan tersebut, seakan seumur hidupnya baru sekali melihat buku sebanyak itu.
untuk apa kantung plastik chullie ah... Kau mau mencurinya dan membawanya pulang oh...?” Tanya susara seorang namja yang berada di belakang kim heechul –namja tampan tersebut.
yha... Tentu saja.... Oh... Kamchagiya... Ouwh...” Heechul terkejut bukan main saat kepalanya menengok ke arah suara datang. Tangannya nampak mengelus dadanya pelan seraya berharap jantungnya tak berhamburan saking kagetnya
yha... Teuki... Kau itu hantu atau apa...? Kenapa aku tak mendengar suara langkah kakimu eoh...?” Umpat heechul segera hingga lupa dimana dia berada kini.
ssstt... Kau berisik chullie... Oya kantung plastik untuk apa...?” Lagi leeteuk menanyakan perihal kantung plastik yang membuatnya sedikit penasaran mengingat sifat heechul yang selalu aneh.
tch... Aku merasa ingin muntah melihat buku-buku ini. Aku bahkan tidak bisa membayangkan isinya. Tempat ini mengerikan teeuki. Segera carikan aku buku yang sama denganmu dan mari kita segera pergi dari sini” keluh heechul memelas.
ini... Aku sudah mencarikannya juga untukmu, aku pikir kau tidak akan mau kesini.”
wa... Neomu gumawo teuki... Teuki noe jjang...” Heechul segera mengacungkan kedua jari jempolnya kedepan mata leeteuk yang sukses membuatnya mundur beberapa langkah.
haish... Mari kita pergi, aku sebenarnya juga tidak betah berlama-lama disini... Rasanya aku juga akan mabuk...” Ajak leeteuk dan segera menarik lengan heechul untuk meninggalkan ruang tersebut setelah sebelumnya mendaftar dulu buku yang dipinjamnya di depan komputer.
*Narumi Takishida*


Hyung...” Sebuah suara yang tak asing lagi terdengar oleh indera kedua namja yang hendak memasuki kelasnya tersebut.
Waeyo kyunnie...?” Tanya leeteuk saat melihat adik semata wayangnya itu memanggilnya.
Kyuhyun yang nampak mengatur nafasnya segera mengobrak abrik tasnya dan mencari sesuatu dari dalamnya. “Aku sebenarnya tidak ada urusan denganmu teuki hyung, Heechul hyung ada yang meminta tanda tanganmu, bisakah...?” Tanya kyuhyun sambil menyerahkan selembar foto heechul yang terlihat dari samping dan tersenyum lembut yang dilatari dengan tumpukan salju putih di sampingnya.
Leeteuk yang awalnya sebal dengan ulah dongsaengnya itu segera memelototkan matanya sambil berucap, “wa... Daebak... Apa dia stalker...? Bagaimana dia bisa mengambil foto seperti ini...? Nugu kyunnie...?”
Seorang gadis yang aku suka, yang sayangnya ngefans sama heechul hyung. Huh... Nasibkku benar-benar buruk. Tapi dia akan menerima perasaanku kalau aku berhasil mendapatkan tanda tangan heechul hyung...” Rutuk kyuhyun namun sedetik kemudian wajahnya kembali berbinar.
geure... Mana bolpoinnya kyuhyun ah...?” Tanya heechul segera. Dan segera membubuhkan tanda tangannya yang senilai dengan tanda tangan RAIN artis hallyu itu saat di kampus.
ashaa........ Aku pasti akan memiliki kekasih saat ini... Gumawo heechul hyung... Bye teuki hyung...” Kyuhyun segera kabur untuk mencari pujaan hatinya tersebut.
ah... Chinca pabo... Bagaimana bisa dia menjadikan pacar, gadis yang menyukai namja lain...?” Rutuk leeteuk atas kebodohan namdongsaengnya itu.
seperti kau tidak saja teeuki ah...” Tanya heechul terkesan dingin.
yha.. Yha... Yha... Tentu saja aku berbeda darinya”Leeteuk berusaha untuk memebla diri.
Heechul nampak tak peduli. Ia mengedikkan bahunya yang terkesan ramping dan segera berlalu masuk kelas.
yha cullie... Tunggu aku, atau aku akan menyesal telah mencarikanmu buku diperpustakaan tadi” teriakan leeteuk nampaknya tidak digubris oleh heechul karena tidak sedikitpun namja yang terkenal dingin itu menolehkan kepalanya.
Leeteukpun segera menyusul heechul yang hampir duduk dibangkunya.
*Narumi Takishida*
Istirahat telah tiba, leeteuk segera mengajak heechul menuju kantin setelah sebelumnya dia terlihat mengetik sesuatu di handphonenya.
Tanpa banyak bicara, heechul pun menyetujuinya, karena perutnya juga sudah terasa melilit. Sepertinya maag yang dideritanya kumat lagi, mengingat tadi pagi dirinya tidak sarapan juga stres yang dialaminya gara-gara harus segera menyelesaikan tugas akhir semesternya tersebut.
Kantin yang lumayan luas ini nampak penuh oleh para mahasiswa yang kelaparan. Tak jarang pula beberapa dosen nampak bercengkrama di beberapa bangku yang tersedia.
Oppa... Sini...” Suara seorang yeoja cantik nampaknya mampu mengalihkan mata keduanya yang sedang memandang menu makanan beserta gambarnya yang terpampang besar diarea luar kantin tersebut.
Leeteuk segera menggandeng lengan heechul untuk segera menuju tempat youjachingunya itu berada. Seakan tak sabar menunggu langkah malas heechul, leeteukpun terpaksa sedikit menyeretnya dengan kejam.
Jelas saja heechul tidak begitu menyukai gadis itu yang diketahui bernama kim sora, kalau tidak mengingat leeteuk sahabat satu-satunya itu sangat tergila-gila pada sora.
Bukan tanpa alasan heecul tidak menyukai sora, karena awalnya heechul lah yang diinginkan sora gadis cantik primadona kampus tersebut. Tapi karena heechul merasa tidak tertarik dengan sora, maka heechul menolak perasaan sora.
Tapi yang terjadi kemudian, Heechul mengetahui bahwa sora telah menjadi kekasih leeteuk sehari setelah kesekian kalinya Heechul menolak perasaannya. Rumor yang beredar adalah sora menjadikan leeteuk kekasihnya tidak lebih agar dirinya tetap bisa dekat dengan Heechul. Tentu saja hal itu membuat heechul merasa buruk dihadapan leeteuk.
Rumor tersebut sepertinya bukan hisapan jempol belaka, mengingat sora yang masih suka memberikan kedipan genitnya pada heechul, yang heechul tahu leeteuk juga menyadarinya. Tapi menurut heechul itu tidak masalah, selama persahabatannya dengan leeteuk tidak terganggu.
Leeteuk segera mendudukkan dirinya tepat bersebalahan dengan sora dikursi lembut itu dengan nyaman. Sementara heechul memilih berada diseberang meja tepat di depan leeteuk duduk.
Terlihat sora lagi-lagi memulai aksinya yang memuakkan menurut heechul. “Sora ssi... Ada yang aneh di wajahku..?” Tanya heechul dingin.
Leeteuk yang tidak menyadari sebelumnya –karena tengah asyik melihat daftar menu, segera melihat kearah sora kemudian pada heechul. Terlihat wajahnya sedikit kebingungan.
Anni oppa... Kenapa bisa kau bertambah tampan setiap harinya...” Ucap sora semakin genit sambil matanya menatap intens ke arah heechul.
Sudah nasibnya...” Jawab leeteuk asal. Terlihat ada sedikit rona kecewa diwajahnya yang tak kalah tampan sebenarnya.
hihihiihi... Begitukah oppa...?” Sekali lagi sora mencoba mencari jawab dari bibir heechul. Sambil tawa cekikikan khas dedemit itu tersiar dari bibir sexynya.
Teeuki ah... Aku ingin ke toilet dulu...” Ucap heechul dan segera beranjak dari duduknya kemudian berjalan kearahpinta keluar.
Chullie ah... Toilet di sebelah sini...” Ucap leeteuk sambil telunjuknya mengarah kearah yang berlawanan dengan tujuan heechul.
eoh... Geure... Tapi aku ingin ke toilet perpustakaan...” Jawab heechul asal-asalan.
Leeteuk hanya mampu menghela nafas akan kelakuan sahabatnya. Sedikitnya dia juga merasa bersalah pada heechul karena keadaan tersebut hingga temannya itu tidak jadi menelan apapun setelah mengatakan sangat kelaparan tadi.
*Narumi Takishida*
Shit... Gadis sialan... Siapa sih yang mencap gadis jelek itu sebagai primadona kampus. Pabo... Apa mata mereka telah buta atau katarak semua atau apa...?” Rutuk heechul pelan disepanjang perjalanannya.
*Heechul POV.
Aku benar-benar kesal saat ini dengan tingkah yeojachingunya teeuki. Apa matanya sudah rusak?. Teuki terlihat lebih baik, lebih tampan, lebih sabar, dan lebih segalanya dariku. Kenapa dia memperlakukan teuki seperti itu sih? Yeoja sialan.
Seakan hatiku ini belum terasa lega, sebelum aku bisa mencaci di hadapan wajahnya. Tapi itu hanya akan menambah luka orang lain. Tidak tega, tentu saja aku memiliki perasaan seperti itu. Mana mungkin tidak, dia seorang yeoja dan aku menghormati mereka seperti aku menghormati eomma ku. Tapi kenapa ada wanita semacam ini di dunia ku tuhan...
Kututup mataku setelah aku tiba ditempat favorit ku ini. Atap kampus yang tinggi. Sangat jarang ada haksaeng yang datang kemari. Menjadikan tempat ini begitu sepi dan sangat tenang. Sebelum ku dengar suara lembut seorang yeoja cantik bertubuh ramping, berkulit seputih susu, dan memakai pakaian –yang kupikir terlalu ketat digunakannya untuk membungkus tubuhnya yang memang sexy itu, wajahnya sangat imut dengan bibir kecilnya yang sedikit tebal. “heechul oppa... Aku ingin mengatakan sesuatu padamu...”
neo... Nuguya...?”
choi sohee imnida... Kelas musik tradisional.” Ucapnya dengan mulut yang sedikit mengerucut. Benar-benar sangat imut. Aku sampai berharap dia adalah adikku dan aku bisa mencium pipinya yang sedikit gembil itu.
ne choi sohee ssi... Waegeure...?” Tanyaku lembut.
ano... Etto... Aku sudah menyukai oppa sejak lama. Bisakah oppa menjadi namjachingu ku...?” Tanyanya, lagi-lagi dengan wajah imutnya yang luar biasa.
Aku terdiam sejenak, berfikir keras tentang apa yang harus aku lakukan. Aku menyukainya sebagai gadis kecil yang ingin ku jadikan sebagai adikku bukan kekasihku.
mianhae sohee ssi... Aku tidak bisa menerima perasaanmu saat ini...” Jawabku akhirnya dengan selembut yang aku mampu dan berharap dia segera mengerti apa yang ku katakan.
wae...? Apa karena aku kurang cantik oppa...?” Sohee mulai menitikkan air mata yang membuatku justru terluka tapi sialnya aku tidak bisa melakukan apapun. Aku tidak ingin lebih menyakitinya lagi.
Diapun segera membalikkan tubuhnya, dan berlari secepat yang dia bisa. Aku tak bisa menghentikannya atau sekedar memintanya berhati-hati saat berjalan.
Perutku lagi-lagi terasa sakit. Aku yakin maag ku kini sedang mengamuk karna ulahku. Akupun segera menyusul sohee menuruni setiap anak tangga kampus yang barlantai 7 ini. Bukan untuk mengejar yeoja yang telah kutolak tadi tentunya. Tapi aku menuju apotek kampus yang terletak di gedung D universitas ini tepat bersebelahan dengan rumah sakit universitas.
*Narumi Takishida*


Akhirnya sudah kudapatkan obat maag ini, obat yang memiliki dosis cukup tinggi karena maag ku sudah sangat parah.
Aku segera berjalan menuju gedung A tempat kelasku selanjutnya berada. Tidak begitu jauh, hanya berseberangan saja dengan gedung D ini.
Langkahku kembali terhenti saat aku mendengar sebuah sapaan dari seorang yeoja yang cukup tinggi menggunakan rok mini yang nampak ketat, pakaian hem longgar berwarna merah muda dan tak lupa pakaian khas jurusan kedokteran yang membuatku menyimpulkan dari sanalah jurusan yang dipilihnya.
anyyeong heechul ssi...” Ucapnya tegas namun terdengar lembut.
Ne... Ada yang bisa saya bantu...?” Tanyaku pelan karena obat yang aku minum tadi nampaknya belum sepenuhnya bereaksi. Buktinya aku masih merasa sakit di perut meski tak ku perlihatkan.
Ne... Aku perlu membawa diktat dari kelas kedokteran. Bukunya sangat banyak, aku harap anda tidak keberatan membantu saya.” Pintanya halus.
Tidak masalah, aku masih memiliki waktu 10 menit sebelum masuk kelas. Mari...” Balasku setelah melihat jam tanganku sekilas. Aku segera mengikuti langkah namja pemilik kaki jenjang yang indah itu yang bahkan belum kuketahui namanya. Bukan aku tidak penasaran, tapi aku lebih senang membantu tanpa tahu siapa yang ku bantu.
Hanya perlu 5 menit untuk mencapai kelas yang dimaksud. Gadis itu mempersilahkanku untuk masuk dan dia juga melakukannya setelah diriku. “Dimana diktatnya ehm...?” Cukup bingung juga aku memanggilnya saat aku tidak mengetahui nama gadis tersebut.
kau tak mengenalku. Padahal kita mengikuti klub yang sama...? Hye ra.. Choneun kim hye ra...” Jawabnya mengetahui kebingunganku.
ne.. Kim hye ra ssi... Mianhae..”
Diktatnya bukan disini Heechul ssi...” Katanya membuatku tambah bingung. ‘apa-apaan gadis ini...? Mempermainkanku eoh...?’
Aku sudah akan pergi saat aku mencoba untuk membuka pintu dan aku tidak berhasil. Nampaknya pintu ini dikunci oleh seseorang. Mungkinkah...?
To Be Continued 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar