Romance, Friendship, Angst
Rated T
Cast: Kim Heechul (SJ), Victoria song (F(x)), dan akan terus bertambah
All of them belong to themselves, GOD, and ELF. Fanfiction is mine
warning...!! GAJE, TYPOS, DON'T LIKE, DON'T READ
Chapter
1
Pagi
yang cerah dan sangat segar di pertengahan musim semi itu. Beberapa
bunga sakura yang sengaja di tanam di area taman sebuah kampus megah
nan elite tersebut nampak berseri indah. Warna merah mudanya yang
lembut mampu membuat perasaan siapapun menjadi lebih baik saat
memandangnya.
Seorang
namja dengan setelan kaus putih di balut blazer merah dan celana
panjang kasual dengan warna senada, nampak berjalan tergesa menuju
arah salah satu bangunan tua diarea kampus tersebut yang terdapat
tulisan “LIBRARY”
diatas
pintunya yang nampak gagah sekaligus menegaskan intelegensinya.
Wajah
namja tersebut tak begitu terlihat. Mengingat dia menggunakan topi ,
kaca mata hitam dan tampaknya dia juga tak menyukai harum musim semi
ini, karena dia menggunakan masker yang menutupi mulut dan hidungnya.
Kini dia nampak bagai artis yang takut dikeroyok fans nya saat
wajahnya terlihat. Sebuah tas coklat ukuran sedang juga nampak manis
di punggungnya yang cukup kecil itu –untuk ukuran seorang namja.
“aishh...
Jinja... Dasar dosen botak, menyebalkan sekali, jelek lagi...
Huft...” Sumpah serapah terdengar lirih dari bibirnya yang entah
bagaimana bentuknya itu.
“Anyyeonghaseo...
Heechul sanbaenim...” Sapa dua orang gadis manis yang nampak imut
sekaligus sexy kepada namja yang masih belum mau memperlihatkan
wajahnya tersebut.
Namja
yang semula memaki tak karuan itu terdiam dan segera menolehkan
wajahnya kearah gadis yang menyapanya dan segera menganggukkan
kepalanya, dan berlalu untuk memasuki sebuah ruangan yang sangat
terkutuk baginya itu.
“kya...
Dia melihat kearahku kau tahu hyorin ah...” Cuap gadis yang
terlihat lebih dewasa dari yang lain tadi agak sedikit histeris.
Hyorin
si gadis yang berada disebelahnya nampak memutar matanya bosan,”
bagaimana kau bisa tahu dia memandangmu ayle... Dia menggunakan kaca
mata hitam kau tahu kan...?”
“hm...
Tapi aku yakin dia memandangku tadi...” Ayle terlihat masih ngotot
mempertahankan pendapatnya. “cha... Ayo kita masuk, kita hampir
terlambat...” Ajak ayle dan segera merangkul pundak temannya
tersebut dan setengah menyeret mengajak hyorin berjalan.
Ayle
yang sedang sibuk memperhatikan langkahnya tak menyadari bahwa hyorin
nampak masih melihat punggung namja tadi yang mulai menjauh dari
pandangannya.
Kim
heechul nama namja yang memilih menutup hampir sebagian besar
wajahnya tersebut. Dia memang sangat dikenal dikalangan kampus sejak
awal dirinya menginjakkan kaki di bangku perkuliahan ini. Bukan saja
oleh sanbae atau hobaenya, namun juga beberapa dosen wanita yang
kerap kali mencari perhatiannya.
Meski
begitu, tak satupun yang mampu untuk memiliki hati namja yang sangat
tampan sekaligus cantik ini. Cantik...? Tentu saja, Kim heechul tidak
hanya mampu mempesona para gadis, tapi juga beberapa namja yang
bahkan tidak memiliki kelainan seksual sekalipun.
*Narumi
takishida*
“Wa...
Daebak... Kenapa bukunya bertambah banyak setiap harinya... Rasanya
aku perlu membawa kantung plastik kalau ke perpustakaan...” Ucap
namja berwajah tampan sekaligus cantik yang tadi mengumpat tak karuan
dijalan. Mata dan wajahnya nampak naik turun melihat tiap buku di
rak-rak ruangan tersebut, seakan seumur hidupnya baru sekali melihat
buku sebanyak itu.
“untuk
apa kantung plastik chullie ah... Kau mau mencurinya dan membawanya
pulang oh...?” Tanya susara seorang namja yang berada di belakang
kim heechul –namja tampan tersebut.
“yha...
Tentu saja.... Oh... Kamchagiya... Ouwh...” Heechul terkejut bukan
main saat kepalanya menengok ke arah suara datang. Tangannya nampak
mengelus dadanya pelan seraya berharap jantungnya tak berhamburan
saking kagetnya
“yha...
Teuki... Kau itu hantu atau apa...? Kenapa aku tak mendengar suara
langkah kakimu eoh...?” Umpat heechul segera hingga lupa dimana dia
berada kini.
“ssstt...
Kau berisik chullie... Oya kantung plastik untuk apa...?” Lagi
leeteuk menanyakan perihal kantung plastik yang membuatnya sedikit
penasaran mengingat sifat heechul yang selalu aneh.
“tch...
Aku merasa ingin muntah melihat buku-buku ini. Aku bahkan tidak bisa
membayangkan isinya. Tempat ini mengerikan teeuki. Segera carikan aku
buku yang sama denganmu dan mari kita segera pergi dari sini” keluh
heechul memelas.
“ini...
Aku sudah mencarikannya juga untukmu, aku pikir kau tidak akan mau
kesini.”
“wa...
Neomu gumawo teuki... Teuki noe jjang...” Heechul segera
mengacungkan kedua jari jempolnya kedepan mata leeteuk yang sukses
membuatnya mundur beberapa langkah.
“haish...
Mari kita pergi, aku sebenarnya juga tidak betah berlama-lama
disini... Rasanya aku juga akan mabuk...” Ajak leeteuk dan segera
menarik lengan heechul untuk meninggalkan ruang tersebut setelah
sebelumnya mendaftar dulu buku yang dipinjamnya di depan komputer.
*Narumi
Takishida*
“Hyung...”
Sebuah suara yang tak asing lagi terdengar oleh indera kedua namja
yang hendak memasuki kelasnya tersebut.
“Waeyo
kyunnie...?” Tanya leeteuk saat melihat adik semata wayangnya itu
memanggilnya.
Kyuhyun
yang nampak mengatur nafasnya segera mengobrak abrik tasnya dan
mencari sesuatu dari dalamnya. “Aku sebenarnya tidak ada urusan
denganmu teuki hyung, Heechul hyung ada yang meminta tanda tanganmu,
bisakah...?” Tanya kyuhyun sambil menyerahkan selembar foto heechul
yang terlihat dari samping dan tersenyum lembut yang dilatari dengan
tumpukan salju putih di sampingnya.
Leeteuk
yang awalnya sebal dengan ulah dongsaengnya itu segera memelototkan
matanya sambil berucap, “wa... Daebak... Apa dia stalker...?
Bagaimana dia bisa mengambil foto seperti ini...? Nugu kyunnie...?”
“Seorang
gadis yang aku suka, yang sayangnya ngefans sama heechul hyung.
Huh... Nasibkku benar-benar buruk. Tapi dia akan menerima perasaanku
kalau aku berhasil mendapatkan tanda tangan heechul hyung...” Rutuk
kyuhyun namun sedetik kemudian wajahnya kembali berbinar.
“geure...
Mana bolpoinnya kyuhyun ah...?” Tanya heechul segera. Dan segera
membubuhkan tanda tangannya yang senilai dengan tanda tangan RAIN
artis hallyu itu saat di kampus.
“ashaa........
Aku pasti akan memiliki kekasih saat ini... Gumawo heechul hyung...
Bye teuki hyung...” Kyuhyun segera kabur untuk mencari pujaan
hatinya tersebut.
“ah...
Chinca pabo... Bagaimana bisa dia menjadikan pacar, gadis yang
menyukai namja lain...?” Rutuk leeteuk atas kebodohan
namdongsaengnya itu.
“seperti
kau tidak saja teeuki ah...” Tanya heechul terkesan dingin.
“yha..
Yha... Yha... Tentu saja aku berbeda darinya”Leeteuk berusaha untuk
memebla diri.
Heechul
nampak tak peduli. Ia mengedikkan bahunya yang terkesan ramping dan
segera berlalu masuk kelas.
“yha
cullie... Tunggu aku, atau aku akan menyesal telah mencarikanmu buku
diperpustakaan tadi” teriakan leeteuk nampaknya tidak digubris oleh
heechul karena tidak sedikitpun namja yang terkenal dingin itu
menolehkan kepalanya.
Leeteukpun
segera menyusul heechul yang hampir duduk dibangkunya.
*Narumi
Takishida*
Istirahat
telah tiba, leeteuk segera mengajak heechul menuju kantin setelah
sebelumnya dia terlihat mengetik sesuatu di handphonenya.
Tanpa
banyak bicara, heechul pun menyetujuinya, karena perutnya juga sudah
terasa melilit. Sepertinya maag yang dideritanya kumat lagi,
mengingat tadi pagi dirinya tidak sarapan juga stres yang dialaminya
gara-gara harus segera menyelesaikan tugas akhir semesternya
tersebut.
Kantin
yang lumayan luas ini nampak penuh oleh para mahasiswa yang
kelaparan. Tak jarang pula beberapa dosen nampak bercengkrama di
beberapa bangku yang tersedia.
“Oppa...
Sini...” Suara seorang yeoja cantik nampaknya mampu mengalihkan
mata keduanya yang sedang memandang menu makanan beserta gambarnya
yang terpampang besar diarea luar kantin tersebut.
Leeteuk
segera menggandeng lengan heechul untuk segera menuju tempat
youjachingunya itu berada. Seakan tak sabar menunggu langkah malas
heechul, leeteukpun terpaksa sedikit menyeretnya dengan kejam.
Jelas
saja heechul tidak begitu menyukai gadis itu yang diketahui bernama
kim sora, kalau tidak mengingat leeteuk sahabat satu-satunya itu
sangat tergila-gila pada sora.
Bukan
tanpa alasan heecul tidak menyukai sora, karena awalnya heechul lah
yang diinginkan sora gadis cantik primadona kampus tersebut. Tapi
karena heechul merasa tidak tertarik dengan sora, maka heechul
menolak perasaan sora.
Tapi
yang terjadi kemudian, Heechul mengetahui bahwa sora telah menjadi
kekasih leeteuk sehari setelah kesekian kalinya Heechul menolak
perasaannya. Rumor yang beredar adalah sora menjadikan leeteuk
kekasihnya tidak lebih agar dirinya tetap bisa dekat dengan Heechul.
Tentu saja hal itu membuat heechul merasa buruk dihadapan leeteuk.
Rumor
tersebut sepertinya bukan hisapan jempol belaka, mengingat sora yang
masih suka memberikan kedipan genitnya pada heechul, yang heechul
tahu leeteuk juga menyadarinya. Tapi menurut heechul itu tidak
masalah, selama persahabatannya dengan leeteuk tidak terganggu.
Leeteuk
segera mendudukkan dirinya tepat bersebalahan dengan sora dikursi
lembut itu dengan nyaman. Sementara heechul memilih berada diseberang
meja tepat di depan leeteuk duduk.
Terlihat
sora lagi-lagi memulai aksinya yang memuakkan menurut heechul. “Sora
ssi... Ada yang aneh di wajahku..?” Tanya heechul dingin.
Leeteuk
yang tidak menyadari sebelumnya –karena tengah asyik melihat daftar
menu, segera melihat kearah sora kemudian pada heechul. Terlihat
wajahnya sedikit kebingungan.
“Anni
oppa... Kenapa bisa kau bertambah tampan setiap harinya...” Ucap
sora semakin genit sambil matanya menatap intens ke arah heechul.
“Sudah
nasibnya...” Jawab leeteuk asal. Terlihat ada sedikit rona kecewa
diwajahnya yang tak kalah tampan sebenarnya.
“hihihiihi...
Begitukah oppa...?” Sekali lagi sora mencoba mencari jawab dari
bibir heechul. Sambil tawa cekikikan khas dedemit itu tersiar dari
bibir sexynya.
“Teeuki
ah... Aku ingin ke toilet dulu...” Ucap heechul dan segera beranjak
dari duduknya kemudian berjalan kearahpinta keluar.
“Chullie
ah... Toilet di sebelah sini...” Ucap leeteuk sambil telunjuknya
mengarah kearah yang berlawanan dengan tujuan heechul.
“eoh...
Geure... Tapi aku ingin ke toilet perpustakaan...” Jawab heechul
asal-asalan.
Leeteuk
hanya mampu menghela nafas akan kelakuan sahabatnya. Sedikitnya dia
juga merasa bersalah pada heechul karena keadaan tersebut hingga
temannya itu tidak jadi menelan apapun setelah mengatakan sangat
kelaparan tadi.
*Narumi
Takishida*
“Shit...
Gadis sialan... Siapa sih yang mencap gadis jelek itu sebagai
primadona kampus. Pabo... Apa mata mereka telah buta atau katarak
semua atau apa...?” Rutuk heechul pelan disepanjang perjalanannya.
*Heechul
POV.
Aku
benar-benar kesal saat ini dengan tingkah yeojachingunya teeuki. Apa
matanya sudah rusak?. Teuki terlihat lebih baik, lebih tampan, lebih
sabar, dan lebih segalanya dariku. Kenapa dia memperlakukan teuki
seperti itu sih? Yeoja sialan.
Seakan
hatiku ini belum terasa lega, sebelum aku bisa mencaci di hadapan
wajahnya. Tapi itu hanya akan menambah luka orang lain. Tidak tega,
tentu saja aku memiliki perasaan seperti itu. Mana mungkin tidak, dia
seorang yeoja dan aku menghormati mereka seperti aku menghormati
eomma ku. Tapi kenapa ada wanita semacam ini di dunia ku tuhan...
Kututup
mataku setelah aku tiba ditempat favorit ku ini. Atap kampus yang
tinggi. Sangat jarang ada haksaeng yang datang kemari. Menjadikan
tempat ini begitu sepi dan sangat tenang. Sebelum ku dengar suara
lembut seorang yeoja cantik bertubuh ramping, berkulit seputih susu,
dan memakai pakaian –yang kupikir terlalu ketat digunakannya untuk
membungkus tubuhnya yang memang sexy itu, wajahnya sangat imut dengan
bibir kecilnya yang sedikit tebal. “heechul oppa... Aku ingin
mengatakan sesuatu padamu...”
“neo...
Nuguya...?”
“choi
sohee imnida... Kelas musik tradisional.” Ucapnya dengan mulut yang
sedikit mengerucut. Benar-benar sangat imut. Aku sampai berharap dia
adalah adikku dan aku bisa mencium pipinya yang sedikit gembil itu.
“ne
choi sohee ssi... Waegeure...?” Tanyaku lembut.
“ano...
Etto... Aku sudah menyukai oppa sejak lama. Bisakah oppa menjadi
namjachingu ku...?” Tanyanya, lagi-lagi dengan wajah imutnya yang
luar biasa.
Aku
terdiam sejenak, berfikir keras tentang apa yang harus aku lakukan.
Aku menyukainya sebagai gadis kecil yang ingin ku jadikan sebagai
adikku bukan kekasihku.
“mianhae
sohee ssi... Aku tidak bisa menerima perasaanmu saat ini...”
Jawabku akhirnya dengan selembut yang aku mampu dan berharap dia
segera mengerti apa yang ku katakan.
“wae...?
Apa karena aku kurang cantik oppa...?” Sohee mulai menitikkan air
mata yang membuatku justru terluka tapi sialnya aku tidak bisa
melakukan apapun. Aku tidak ingin lebih menyakitinya lagi.
Diapun
segera membalikkan tubuhnya, dan berlari secepat yang dia bisa. Aku
tak bisa menghentikannya atau sekedar memintanya berhati-hati saat
berjalan.
Perutku
lagi-lagi terasa sakit. Aku yakin maag ku kini sedang mengamuk karna
ulahku. Akupun segera menyusul sohee menuruni setiap anak tangga
kampus yang barlantai 7 ini. Bukan untuk mengejar yeoja yang telah
kutolak tadi tentunya. Tapi aku menuju apotek kampus yang terletak di
gedung D universitas ini tepat bersebelahan dengan rumah sakit
universitas.
*Narumi
Takishida*
Akhirnya
sudah kudapatkan obat maag ini, obat yang memiliki dosis cukup tinggi
karena maag ku sudah sangat parah.
Aku
segera berjalan menuju gedung A tempat kelasku selanjutnya berada.
Tidak begitu jauh, hanya berseberangan saja dengan gedung D ini.
Langkahku
kembali terhenti saat aku mendengar sebuah sapaan dari seorang yeoja
yang cukup tinggi menggunakan rok mini yang nampak ketat, pakaian hem
longgar berwarna merah muda dan tak lupa pakaian khas jurusan
kedokteran yang membuatku menyimpulkan dari sanalah jurusan yang
dipilihnya.
“anyyeong
heechul ssi...” Ucapnya tegas namun terdengar lembut.
“Ne...
Ada yang bisa saya bantu...?” Tanyaku pelan karena obat yang aku
minum tadi nampaknya belum sepenuhnya bereaksi. Buktinya aku masih
merasa sakit di perut meski tak ku perlihatkan.
“Ne...
Aku perlu membawa diktat dari kelas kedokteran. Bukunya sangat
banyak, aku harap anda tidak keberatan membantu saya.” Pintanya
halus.
“Tidak
masalah, aku masih memiliki waktu 10 menit sebelum masuk kelas.
Mari...” Balasku setelah melihat jam tanganku sekilas. Aku segera
mengikuti langkah namja pemilik kaki jenjang yang indah itu yang
bahkan belum kuketahui namanya. Bukan aku tidak penasaran, tapi aku
lebih senang membantu tanpa tahu siapa yang ku bantu.
Hanya
perlu 5 menit untuk mencapai kelas yang dimaksud. Gadis itu
mempersilahkanku untuk masuk dan dia juga melakukannya setelah
diriku. “Dimana diktatnya ehm...?” Cukup bingung juga aku
memanggilnya saat aku tidak mengetahui nama gadis tersebut.
“kau
tak mengenalku. Padahal kita mengikuti klub yang sama...? Hye ra..
Choneun kim hye ra...” Jawabnya mengetahui kebingunganku.
“ne..
Kim hye ra ssi... Mianhae..”
“Diktatnya
bukan disini Heechul ssi...” Katanya membuatku tambah bingung.
‘apa-apaan gadis ini...? Mempermainkanku eoh...?’
Aku
sudah akan pergi saat aku mencoba untuk membuka pintu dan aku tidak
berhasil. Nampaknya pintu ini dikunci oleh seseorang. Mungkinkah...?
To
Be Continued
Tidak ada komentar:
Posting Komentar