ketika tubuh mungil berbungkus kain hangat berada didekap bunda,
jelas terpeta senyum malaikat darinya,
sanak saudara berbondong ingin melihat wujud manusia baru yang terlahir didunia,
"Cantik", kata mereka ketika bersua,
senyum dan tawa semarak terdengar dari bibir yang penuh akan bangga dan bahagia,
hingga tubuh mungil tak merasa mendengar duka.
seiring dengan raga yang tumbuh bersanding usia,
kacau dunia mulai terasa,
ragu mulai mendera,
kasih sayang mulai tiada,
hilang pula bunda bersama masa.
bibir yang selalu tersenyum tak berdosa,
mulai meradang dan mengangsurkan tanya,
"UNTUK APA AKU TERLAHIR DI DUNIA?"
hanya pilu beserta luka yang senantiasa menemani langkah rapuhnya,
padang hati yang gersang tempat istirahatnya,
mata yang tak pernah kering dari bah sengsara,
menjadi pemandangan yang sudah biasa
kemana hilangnya...?
senyuman tubuh mungil sirna..?
akankah ada yang membuatnya kembali seindah semula...??
Takishida, 9 April 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar