Rabu, 29 April 2015

What Do You Feel About Me?

Chapter 1

Apa benar, bahwa cinta itu tak harus selalu memiliki...?
Tetapi untuk mencintai seseorang, mengapa harus sesakit ini...?

“Hahahaha... yha... yukimura kenshin... Jangan seperti itu terus, aku tidak bisa berhenti tertawa. Hahaha... sudah, jangan lanjutkan lagi... hahaha...” tawa renyah seorang gadis cantik bernama yamanaka chika tersebut dengan tanpa malu-malu.
“hahahha... aku tidak menyuruhmu tertawa chika-chan. Berhenti tertawa atau aku akan menggelitikimu terus?”. Bentak laki-laki muda yang diketahui bernama yukimura kenshin itu dengan tawa yang terus terpancar di bibirnya.
“ken-kun, kau akan mati kalau tidak mau berhenti. Hahaha... Aku yang akan membunuhmu... haahhaha... ken-kun, kumohon berhenti... perutku sakit... hahahaha....”. mencak chika tak kalah garang.
“iee..........” kenshin malah justru memeletkan lidahnya.
“ken-kun...” teriak chika.
Klunthing,,,, nada sms dari handphone salah satu dari dua orang tersebut akhirnya mampu menghentikan kegiatan mereka.
“sebentar...”. ucap ken sambil segera melihat ke arah hanphonenya.
Tidak ada ekspresi yang nampak dari wajahnya. Ken hanya segera membalas sms yang masuk di handphonenya dan segera memasukkannya kembali ke dalam saku jaketnya kembali.
Gelak tawa yang tadi terjadi tidak lagi diteruskan. Berganti dengan wajah serius ken dan wajah penasaran milik chika.
“siapa? Ada apa ken-kun?”. Tanya chika ingin tahu.
“Oh? bukan siapa-siapa. Aku pulang dulu ya?. Besok aku kesini lagi”. Ucap ken hati-hati.
“hai’. Hati-hati dijalan. Jangan nabrak semut berbaris. Kasihan tahu...”. canda chika
“wah, gila ni anak, mereka kan sudah ada polisinya sendiri. Gak mungkin ketabraklah...” balas ken semakin ngawur.
“bye...”
“bye...” diakhiri dengan usapan halus dikepala chika dan sentuhan lembut di pipinya. Setelah itu ken berlalu dari hadapan chika.
^_^ Takishida ^_^
Chika point of view
Heh... lelah. Sangat lelah. Setelah tertawa begitu keras. Semua terasa menyenangkan. Tapi setelah sms itu datang semuanya sirna.
Itu pasti sms dari sachi. Sachi... kapan kamu akan menyerah pada ken dan membiarkannya menjadi milikku saja?. aku sangat mencintainya, kumohon lepaskan dia untukku.
Selalu saja pikiran itu yang berkecamuk nyata dalam memori otakku yang dangkal ini. Sungguh rasa suka dan cinta padanya membuatku buta atas segalanya.
Nasehat teman-teman hanya bagai angin lalu bagiku. Tidak ada kata yang lebih sempurna selain aku mencintainya.
Oh ayolah, cinta ini benar-benar membuatku menjadi gila. Tapi mencintainya, apa itu kesalahan yang aku inginkan? Tentu bukan. Jika aku mampu, aku juga ingin menghilang darinya, dari pesona cintanya. Tapi aku tak bisa.
Setiap kali dia berubah sifat, menjadi pendiam seakan tak peduli denganku, aku yang kebingungan. Saat dia butuh sesuatu, aku ingin selalu disampingnya dan memberi segala yang kupunya. Apa ini salah?
Satu kesalahan fatal yang takdir ini berikan pada kami adalah dia memiliki sachi. Gadis cantik pilihan hatinya jauh sebelum bertemu denganku. Mau tidak mau membuatku berfikir aku hanyalah sampingan.
Jika ini adalah masa kerajaan, mungkin aku adalah salah satu selir yang dicintainya. Tapi benarkah dia mencintaiku?. Setidaknya selir benar-benar milik sang raja, sedang aku? Aku tergantung di pohon cintanya yang tinggi.
Satu do’aku di setiap ibadahku, “aku harap sachi dan ken segera berpisah dan ken menjadi milikku seutuhnya”.
Tentu tidak berlebihan dan egois bukan?. Setidaknya aku ingin memiliki status yang jelas dan memilikinya seutuhnya meskipun hanya 1 jam dalam seluruh waktu di hidupku.
Sudahlah. Untuk saat ini, biarlah gelar sahabat terdekat tetap melekat di diriku. Yang penting aku masih bisa bersenda gurau dengannya.
Chika POV end
^_^ Takishida ^_^
 “ken, kamu kenapa? Kok diam aja?” sapa chika pagi itu saat menyadari raut tak biasa diwajah ken.
“ie, daijobu desu.” Balasnya tak semangat.
“ada apa? Kamu aneh.” Sekali lagi chika bertanya.
“sudahlah, ayo masuk, dosennya sudah datang itu”. Ajak ken tiba-tiba. Jelas-jelas dia mengalihkan topik pembicaraan pagi ini.
Dengan wajah yang masih bertanya-tanya, chika pun akhirnya bergerak dari tempatnya.
^_^ Takishida ^_^
 “ken, ayo ikut mereka ke taman. Disana bunga tulipnya sedang mekar. Pasti indah sekali”. Ajak chika setelah keluar dari ruang kelas yang dianggapnya luar biasa membosankan itu.
“gomen, hari ini aku tidak bisa. Ada acara keluarga”. Jawab ken dengan wajah menyesal yang dibuat-buat.
Tak ada kata menyerah untuk chika. “oh, bagaimana kalau besok ke tokyo tower?. Perkiraan cuaca untuk besok luar biasa bagus”.
“baiklah, tapi kalau tidak capek ya...?” sekali lagi jawaban ken membuat chika semakin curiga dengannya.
“ken kamu kenapa sih?” kecurigaan chika tak mampu lagi dibendungnya.
“kenapa?, aku tidak apa-apa. Aku pulang dulu ya?. Keluargaku sudah sms. Guys, aku duluan.” Ucap ken tanpa mau berlama-lama.
“oke...” jawab mereka serentak
“chik, ken mau kemana?” tanya frins, salah satu sahabatku yang berasal dari itali itu.
“entahlah, dia bilang ada acara keluarga”. Wajah murung chika mulai tidak bisa disembunyikannya.
“oh... aku kira kalian sedang bertengkar”.
“ie...”
^_^ Takishida ^_^
Senja terlihat memerah di ufuk sana. Cahaya matahari yang semakin meredup menandakan sang malam segera menghampiri.
Mendung diwajah chika terlihat turut menggantung. Tak seperti biasanya, tak ada tawa, bahkan senyuman.
“ada apa chik...? wajahmu jelek banget kalau seperti itu?”. tanya salah satu sahabat kos chika.
“daijobu desu”. Jawabnya dengan suara serak yang kentara jelas.
“ada apa?. Ada masalah dengan ken?” sekali lagi sahabatnya bertanya. Bukan karena terlalu ingin tahu, tetapi setidaknya ingin turut meringankan pikiran sahabatnya itu.
“tidak ada, aku baik-baik saja...” jawaban yang sama dengan yang sebelumnya. Hanya saja wajahnya lebih mendung dari sebelumnya.
“ken berubah lagi sikapnya?”. Tanya sahabatnya yang lain.
“iya, dia tiba-tiba menghindar dariku. Sikapnya lagi-lagi dingin padaku. Sebenarnya kesalahan apa lagi yang ku lakukan?. Kemarin kami baik-baik saja, tapi hari ini...” tak mampu lagi melanjutkan kata-katanya. Air mata chika justru berlomba ingin keluar dari peraduannya.
“memang ada apa sebelumnya?. Lagipula dia itu punya kekasih. Tinggalkan saja dirinya dan dapatkan yang baru, yang lebih baik darinya”. Nasehat sahabatnya itu untuk yang kesekian kalinya.
“bagaimana aku bisa meninggalkannya?. Aku terlalu sayang padanya. Aku terlalu mencintainya. Apa yang harus aku lakukan?. Aku benar-benar bingung sekarang ra”. Ucapnya lagi putus asa.
“entahlah, kamu sudah terlanjur seperti ini begitu lama chik. 2 tahun itu bukanlah waktu yang sebentar. Apa kamu tidak memiliki perasaan jenuh pada ken?. Dia bahkan seperti tak menganggapmu ada”.
“entahlah, aku juga bingung ra...”.
“semoga semuanya dapat membaik segera. Siapa tahu dia nantinya akan menjadi milikmu karena kesabaranmu selama ini”.
“aku juga berharap begitu”.
To Be Continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar